Renungan Harian: Yesus, Sang Roti Kehidupan

37

Renungan Harian – 23 April 2026
Bacaan: Kis 8:26-40; Yoh 6:44-51

Jalan menuju keselamatan yang ditawarkan Allah bukanlah jalan yang berdiri sendiri, melainkan jalan bersama Kristus. Tanpa melalui Dia, kita tidak akan sampai kepada Bapa. Karena itu, Bapa sendiri menghendaki agar setiap orang bersatu dengan Putera-Nya.
Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan: “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.” (Yoh 6:44).

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa iman adalah anugerah. Kita datang kepada Yesus karena Bapa terlebih dahulu menarik hati kita.

Lebih jauh lagi, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup: “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 6:51). Roti ini bukan sekadar lambang, melainkan diri-Nya sendiri yang diberikan demi kehidupan dunia.

Maka, bersatu dengan Yesus bukan hanya soal percaya secara lisan, tetapi menyambut dan menghidupi kehadiran-Nya secara nyata, terutama dalam Ekaristi Kudus. Dalam Ekaristi, kita dipersatukan dengan Kristus, menerima hidup-Nya, dan dikuatkan untuk menjalani panggilan sebagai murid-Nya.

Kesatuan dengan Kristus juga menuntut kita untuk berani mengambil bagian dalam pengorbanan. Seperti roti yang dipecah-pecahkan, demikian pula hidup kita dipanggil untuk dibagikan bagi sesama. Cinta kasih yang kita terima dari Kristus harus menjadi nyata dalam tindakan: peduli, mengampuni, dan melayani.

Marilah kita semakin memperteguh kesatuan kita dengan Yesus, Sang Roti Kehidupan, melalui Ekaristi dan hidup doa yang mendalam. Dengan demikian, kita tidak hanya menerima keselamatan, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Tuhan memberkati. Ave Maria.