Agenda National Preparatory Meeting I bersama Ketua-ketua Komkep se-Indonesia

85

JAKARTA,  KOMSOSKMS.ORG – Pada Rabu, 22 April 2026, Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Indonesian Youth Day (IYD) 2027 mengadakan kegiatan National Preparatory Meeting I bersama ketua-ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan se-Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring, yang dihadiri oleh Ketua Komkep KWI, Mgr. Maksimus Regus, para Panitia IYD 2027, para ketua dan pengurus Komkep Keuskupan se-Indonesia.

P. Iventus Kocu, Pr dan P. Alex Laike, Pr bersama Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI Rm. Kristiadi, Pr mengadakan kegiatan National Preparatory Meeting I bersama ketua-ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan se-Indonesia

Kegiatan National Preparatory Meeting I dimulai dengan doa pembuka yang dibawakan oleh RD. Iventus Iven Kocu, selaku ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee). Setelah itu, para peserta menyaksikan pemutaran video Pengumuman Tuan Rumah IYD IV di Palembang tahun 2023 silam. Romo Fransiskus Kristi Adi, Pr menjelaskan agenda kegiatan, yang terdiri dari sambutan Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia, penjelasan timeline, tema, dan fokus IYD oleh Panitia Pengarah (Steering Committee), pemaparan rencana pelaksanaan IYD, serta event Pra-IYD oleh Panitia Pelaksana.

Indonesian Youth Day Menjadi Momentum untuk Bertumbuh Bersama
Dalam sambutannya, Mgr.  Maksimus Regus, Ketua Komisi Kepemudaan KWI, mengungkapkan bahwa tema IYD 2027: “OMK Tangguh Merajut Damai” sangat relevan dengan krisis-krisis yang kita alami dewasa ini. Orang Muda Katolik Indonesia hidup di tengah berbagai krisis, seperti krisis perdamaian dan krisis lingkungan hidup. Tema IYD tersebut menegaskan bahwa Gereja, terutama orang-orang muda, terpanggil menjadi misionaris perdamaian. Di samping itu, tema tersebut sejalan dengan cita-cita yang diangkat oleh Paus Leo XVI. Tema IYD 2027 terinspirasi dari tema Hari Orang Muda Sedunia ke-41: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33). Bagi Bapa Uskup, tema tersebut seharusnya menjadi penghiburan bagi kita semua, yang sedang mengupayakan perdamaian.

Mgr. Maksimus Regus menandaskan dua hal penting terkait dengan pelaksanaan IYD IV di Keuskupan Manokwari-Sorong. Pertama, IYD bukan hanya ajang orang-orang muda, melainkan juga peristiwa Koinonia dan Sinodalitas Gereja. Orang muda perlu melihat dirinya tak terpisah dari Gereja secara keseluruhan. Indonesian Youth Day menjadi ruang bagi kita semua untuk memperkuat persekutuan dan berjalan bersama. Kedua, sebagai tuan rumah, Keuskupan Manokwari-Sorong menjadi Locus Theologicus. Dari Manokwari-Sorong, dan Papua pada umumnya, orang-orang muda selaku elemen kunci menawarkan jalan-jalan persaudaraan dan perdamaian. Hal tersebut menjadi narasi besar tentang Papua Tanah Damai. Beliau memiliki harapan bahwa IYD menjadi momentum bagi Gereja untuk bertumbuh bersama.

Timeline Persiapan sampai pada Pelaksanaan Indonesian Youth Day 2027
Persiapan IYD 2027 seyogyanya dimulai sejak rapat perdana dan serah terima Salib IYD pada tahun 2024. Sejak Januari 2025, sosialisasi IYD telah diselenggarakan oleh Komkep KMS di paroki-paroki Keuskupan Manokwari-Sorong, sekaligus juga diadakan Kirab Salib IYD, yang sekarang telah mencapai Paroki Santo Yosep Senopi. Beberapa rapat persiapan juga dilaksanakan pada tahun yang sama.

Sosialisasi IYD juga telah diadakan oleh Komisi Kepemudaan KWI pada Temu Pastores (Tepas), 20-23 Januari 2026. Momen Tepas yang membahas IYD secara khusus merupakan bentuk keseriusan Keuskupan Manokwari-Sorong dalam mempersiapkan pesta akbar orang muda tersebut. Setelah itu, panitia IYD, yang terdiri dari Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana telah terbentuk. Panitia IYD telah beberapa kali mengadakan rapat yang membahas persiapan IYD, seperti perumusan tema, persiapan lainya, dan sekaligus mencanangkan National Preparatory Meeting I yang telah berlangsung dengan lancar. Untuk selanjutnya, panitia masih mengadakan sejumlah kegiatan yang menjadi persiapan IYD yang akan berlangsung selama 24-30 Juni 2027 mendatang.

Tema dan Fokus IYD: OMK Tangguh Merajut Damai
Sekali lagi, tema IYD IV di Keuskupan Manokwari Sorong adalah “OMK Tangguh Merajut Damai”. Romo Kristi Adi, Pr, Sekretaris Komkep KWI, mengungkapkan bahwa ada dua hal yang menjadi landasan dari tema tersebut, sebagai berikut. Pertama, tema IYD 2027 dirumuskan berdasarkan inspirasi biblis, yang sekaligus merupakan tema HOMS ke-41, “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33).” Tema tersebut juga menjadi tema World Youth Day di Seoul pada tahun 2027. Kedua, tema IYD 2027 merupakan tindak lanjut SAGKI 2025. Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 menekankan beberapa kata kunci, seperti Sinodalitas (berjalan bersama), Misi, dan Gereja menjadi Pelita di tengah Kabut, serta refleksi terhadap realita luka-luka dan perjuangan orang muda Katolik Indonesia. SAGKI 2025 juga memandang tanah Papua sebagai momen kairos.

Selanjutnya, Romo Kristi menjelaskan tiga fokus dari tema dan pelaksanaan IYD, yaitu OMK Tangguh, Merajut, dan Damai. Ketiga fokus tersebut yang nanti akan diterjemahkan ke dalam seluruh kegiatan IYDB 2027. Fokus pertama, OMK Tangguh, berarti upaya mewujudkan profil kapasitas dambaan OMK Indonesia. Orang Muda Katolik itu Tangguh karena memiliki Sense of Christ and Church, atau relasi personal dengan Kristus dan Gereja-Nya.

Fokus kedua, Merajut, mengungkapkan kepekaan sense of crisis. Orang Muda Katoli Indonesia dipanggil keluar darinya dan menjadi terang serta penyalur harapan. Merajut merupakan kata kerja aktif, yang berarti menjadikan sesuatu yang carut-marut menjadi berbentuk dan berdaya. OMK Indonesia dipanggil untuk melawan sofa christianity.

Fokus ketiga, Damai, menunjukkan situasi batin. Hal tersebut dimaknai sebagai harapan atas terbangunnya jembatan-jembatan di tengah situasi dunia dengan manusia yang semakin egois, penyebab krisis ekologis, serta penyebab konflik dan peperangan yang merusak relasi antarmanusia. Romo Kristi menandaskan bahwa di tanah Papua, terlebih khusus Keuskupan Manokwari-Sorong, momen IYD menjadi momen berahmat. Orang Muda Katolik membawa dan menyuarakan damai. IYD 2027 menjadi ajakan sekaligus jawaban keberpihakan atas realitas martabat manusia yang sering terabaikan dan alam yang dirusak. Pada akhirnya, OMK menjadi misionaris harapan.

Kick Off Pra-IYD Event di Keuskupan-keuskupan se-Indonesia
Setelah penjelasan timeline, tema dan fokus IYD 2027 oleh Panitia Pengarah, Pastor Iventus Ivos Kocu, Pr., selaku ketua Panitia Pelaksana, memaparkan rencana kegiatan IYD IV di Keuskupan Manokwari-Sorong. Indonesia Youth Day 2027 akan dilaksanakan pada 24-30 Juni 2027. Beliau menjelaskan bahwa secara umum kegiatan IYD 2027 terbagi menjadi dua bagian, yaitu Live In dan puncak kegiatan di Sorong. Peserta IYD 2027, yang diprediksi sekitar 2500 orang, akan menjalani Live In di sejumlah paroki, yang tersebar di 8 Tim Pastoral Wilayah (TPW), yakni TPW Sorong, TPW Aimas, TPW Manokwari, TPW Bintuni, TPW Fakfak, TPW Kaimana, TPW Maybrat, dan TPW Tambrauw. Setelah Live In, para peserta akan berkumpul di Sorong untuk mengikuti acara puncak.

Pada kesempatan ini, Panitia Pelaksana juga mengumumkan dua lomba dan persyaratan pembuatan Salib IYD Keuskupan. Hal tersebut menandai bahwa kegiatan-kegiatan pra-IYD di keuskupan-keuskupan resmi berlangsung. Dua lomba yang dimaksudkan adalah lomba Logo IYD 2027 dan Lomba Theme Song. Adapun kedua lomba tersebut diikuti oleh seluruh Orang Muda Katolik di Indonesia. Selain lomba-lomba, Panitia Pelaksana juga memaparkan persyaratan Salib IYD Keuskupan. Salib IYD tersebut dibuat oleh keuskupan masing-masing. Salib tersebutlah yang nantinya akan dikirabkan di keuskupan masing-masing, lalu dibawa ke Keuskupan Manokwari-Sorong pada saat IYD 2027 berlangsung mendatang.

Kegiatan Agenda National Preparatory Meeting I ditutup dengan doa IYD Manokwari-Sorong 2027, yang dibawakan oleh Romo Kristi Adi, Pr. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, perjalanan menuju IYD 2027 semakin dekat. Para Panitia IYD, Komkep Keuskupan-keuskupan, dan Orang Muda Katolik semakin mempersiapkan diri menyongsong peristiwa iman di tahun 2027 nanti.