PAUD-TK Santo Carlo Acutis Kumurkek Lepas Angkatan Pertama dan Gelar Pentas Seni

61
Foto bersama dengan 12 siswa-siswi PAUD-TK Santo Carlo Acutis yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

MAYBRAT, KOMSOSKMS.ORG – PAUD-TK Santo Carlo Acutis Stasi Santo Paulus Kumurkek, Paroki Santo Yoseph Ayawasi, melaksanakan acara pelepasan siswa-siswi angkatan pertama Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan pentas seni di Gedung Samusiret, Kabupaten Maybrat, Jumat (5/6/2026).

Perayaan Pelepasan Siswa-siswi PAUD-TK Santo Carlo Acutis angkatan 2025/2026 diawali dengan Perayaan Ekaristi di gedung Samusiret, Jumat (5/6/2026)

Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Frans Katino, Pr., selaku Kepala Sekolah PAUD-TK Santo Carlo Acutis dan sekaligus Pastor rekan di Stasi St. Paulus Kumurkek. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Kepala Bidang TK-PAUD Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Naomi Nauw, S.Pd., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Maybrat, kepala distrik, para kepala kampung, serta umat Stasi Santo Paulus Kumurkek.

Anak-anak PAUD-TK Santo Carlo Acutis, orang tua, umat Stasi St. Paulus dan undangan mengikuti perayaan Ekaristi dengan penuh khidmat

Dalam sambutannya, Pastor Frans Katino menegaskan komitmen Gereja Katolik, khususnya Keuskupan Manokwari-Sorong, dalam pengembangan pendidikan di Tanah Papua. Menurutnya, Gereja Katolik telah merintis pelayanan pendidikan jauh sebelum kehadiran pemerintah Indonesia di Papua dan hingga saat ini terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai lembaga pendidikan.

“Keuskupan Manokwari-Sorong saat ini memiliki lebih dari 120 lembaga pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. Selain itu, terdapat pula lembaga pendidikan tinggi yang turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua,” ujarnya.

Pastor Fransiskus Katino, Pr menyampaikan sambutan pada acara pelepasan dan pentas seni anak-anak PAUD-TK Santo Carlo Acutis

Pastor Frans Katino menjelaskan bahwa pendirian PAUD-TK Santo Carlo Acutis pada tahun 2025 merupakan jawaban atas harapan umat dan masyarakat Kumurkek akan hadirnya lembaga pendidikan yang berkualitas. Kehadiran sekolah ini juga menjadi bagian dari komitmen Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, dalam mengembangkan sumber daya manusia Orang Asli Papua melalui dunia pendidikan.

Ia berharap kolaborasi antara Gereja, pemerintah, masyarakat, dan orang tua dapat terus diperkuat demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Maybrat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pihak.

Foto bersama dengan 12 siswa-siswi PAUD-TK Santo Carlo Acutis yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

Pada kesempatan tersebut, PAUD-TK Santo Carlo Acutis melepas 12 siswa sebagai lulusan angkatan pertama dari total 24 peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran selama Tahun Ajaran 2025/2026. Pihak sekolah menilai perkembangan anak-anak selama satu tahun pendidikan menunjukkan hasil yang menggembirakan, baik dalam aspek akademik, karakter, maupun keterampilan sosial.

Sementara itu, sambutan Pemerintah Kabupaten Maybrat disampaikan oleh Kepala Bidang TK-PAUD Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Naomi Nauw, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Gereja Katolik atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia pendidikan, khususnya melalui pendirian PAUD-TK Santo Carlo Acutis.

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Maybrat yang diwakili oleh Kepala Bidang TK-PAUD, Naomi Nauw S.Pd

Menurut Naomi, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan iman, moral, karakter, dan kemampuan dasar anak-anak Maybrat. Karena itu, kehadiran lembaga pendidikan usia dini sangat strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.

“Pemerintah memberikan apresiasi karena meskipun baru berdiri satu tahun, PAUD-TK Santo Carlo Acutis telah berhasil mendidik dan menamatkan 12 peserta didik. Ini merupakan pencapaian yang patut disyukuri dan didukung bersama,” katanya.

Kepala Bidang TK-PAUD Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Maybrat, Naomi Nauw, S.Pd mengalungg kan medali kepada siswa-siswi PAUD-TK Santo Carlo Acutis angkatan pertama

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, yayasan, serta para pemangku kepentingan di wilayah Kumurkek untuk terus membangun kolaborasi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di PAUD-TK Santo Carlo Acutis. Pemerintah Kabupaten Maybrat, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.

Pastor Fransiskus Katino, Pr memberikan Surat Tanda Tamat Belajar kepada Siswa-siswi PAUD-TK Santo Carlo Acutis angkatan pertama

Pada kesempatan yang sama, perwakilan orang tua siswa, Kosmas Korain, menyampaikan rasa syukur serta penghargaan kepada para guru dan pengelola PAUD-TK Santo Carlo Acutis yang telah dengan sabar mendidik dan membimbing anak-anak selama satu tahun terakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi para guru yang telah membantu anak-anak kami bertumbuh dalam pengetahuan, karakter, dan kedisiplinan. Semoga sekolah ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi masyarakat Kumurkek,” ujarnya.

Atraksi seni yang dipersembahkan oleh anak-anak Kelas B yang akan tamat dari PAUD-TK Santo Carlo Acutis

Acara pelepasan berlangsung meriah dan penuh sukacita. Berbagai penampilan seni yang dibawakan oleh para siswa PAUD-TK Santo Carlo Acutis berhasil menghibur para tamu undangan dan orang tua. Atraksi tari, nyanyian, serta berbagai pertunjukan kreatif lainnya menjadi penutup yang berkesan dalam perayaan pelepasan angkatan pertama sekolah tersebut.

Pentas seni anak-anak PAUD -TK Santo Carlo Acutis Kumurkek Kabupaten Maybrat

Pelepasan angkatan pertama ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan PAUD-TK Santo Carlo Acutis sebagai lembaga pendidikan yang baru berdiri, sekaligus menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Maybrat melalui pendidikan anak usia dini.