Renungan Harian: “Supaya Mereka Semua Menjadi Satu”

28

Renungan Harian – Kamis Paskah VII, 21 Mei 2026
Bacaan I: Kis 22:30;23:6-11
Bacaan Injil: Yoh 17:20-26

“Supaya Mereka Semua Menjadi Satu”
Dalam sebuah tim sepak bola, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu para pemain. Tim yang dipenuhi pemain hebat sekalipun bisa gagal bila tidak ada kekompakan, kerja sama, dan persatuan. Sebaliknya, tim yang bersatu, saling percaya, dan bermain sebagai satu tubuh akan mampu meraih keberhasilan besar.

Demikian pula dalam kehidupan kita sebagai orang beriman. Tugas mewartakan Injil bukanlah tugas pribadi, melainkan tugas bersama sebagai Gereja. Karena itu, persatuan dan persaudaraan menjadi kekuatan utama dalam perjalanan iman dan pelayanan kita. Tanpa kesatuan, mudah sekali muncul perpecahan, iri hati, saling menjatuhkan, bahkan kehilangan semangat dalam melayani.

Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa secara khusus bagi para murid-Nya dan juga bagi kita semua:
“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” (Yoh 17:21)

Doa ini menunjukkan betapa pentingnya persatuan di hati Yesus. Kesatuan antara Yesus dan Bapa menjadi dasar dan teladan bagi kesatuan umat beriman. Yesus sadar bahwa misi keselamatan tidak dijalankan sendirian, tetapi dalam persekutuan kasih dengan Bapa. Maka, Ia pun menghendaki agar para pengikut-Nya hidup dalam kasih, persaudaraan, dan kesatuan yang kokoh.

Persatuan sejati bukan sekadar berkumpul bersama, tetapi hidup saling menerima, saling menguatkan, dan tetap setia berjalan bersama meskipun ada perbedaan. Persatuan juga berarti mampu mengampuni, merendahkan hati, dan mengutamakan kepentingan bersama daripada ego pribadi.

Namun, membangun persatuan tidak mudah. Karena itu Yesus mengingatkan bahwa kesatuan hanya mungkin terjadi bila kita tetap tinggal di dalam Dia. Tanpa hubungan yang dekat dengan Tuhan, manusia mudah terpecah oleh ambisi, emosi, dan kepentingannya sendiri. Tetapi bila hati kita dipenuhi kasih Kristus, maka kita akan dimampukan untuk menjadi pembawa damai dan pemersatu.

Di tengah kehidupan keluarga, lingkungan, komunitas, maupun pelayanan Gereja, kita dipanggil menjadi pribadi yang menghadirkan persaudaraan, bukan perpecahan; menjadi pembangun jembatan, bukan tembok pemisah.
Semoga melalui doa Yesus hari ini, kita semakin diteguhkan untuk hidup dalam kesatuan dengan Tuhan dan sesama, sehingga dunia dapat melihat kasih Allah nyata dalam hidup kita.

Tuhan memberkati dan Ave Maria.