Renungan Harian – 20 Mei 2026
Bacaan I: Kisah Para Rasul 20:28-38
Bacaan Injil: Injil Yohanes 17:11b-19
“Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita”
Tidak jarang kita mengalami kegalauan terhadap Tuhan. Saat kita dibenci dan dikucilkan, kita menggugat Tuhan: “Mengapa Engkau diam saja dan tidak menolong aku?” Ketika kita menghadapi persoalan hidup yang begitu berat dan menguras tenaga serta batin, kita bertanya: “Di manakah damai yang Engkau janjikan?” Banyak peristiwa dalam hidup membuat hati kita goyah dan mempertanyakan kehadiran Tuhan.
Dalam Injil hari ini, pada perjamuan malam terakhir, Yesus menaikkan doa kepada Bapa-Nya bagi para murid-Nya. Ia memohon agar mereka tetap dipelihara dalam kasih dan perlindungan Allah. Yesus berdoa supaya para murid hidup dalam persatuan, dipenuhi sukacita, dan tetap kuat di tengah kebencian dunia. Ia juga memohon agar mereka dikuduskan dalam kebenaran.
Doa Yesus itu menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia mengenal pergumulan, air mata, dan luka hidup kita. Namun sering kali kita terlalu fokus pada penderitaan sendiri sehingga mata hati kita menjadi tertutup terhadap karya Tuhan. Kita sibuk menghitung masalah, tetapi lupa menghitung berkat. Kita terpaku pada luka, tetapi lupa melihat kasih Tuhan yang tetap bekerja secara diam-diam.
Karena itu, hari ini Tuhan mengajak kita untuk mengarahkan hati dan mata batin kepada-Nya. Saat kita memandang hidup dengan iman, kita akan menyadari bahwa Tuhan selalu hadir, bahkan di tengah badai kehidupan. Ia mungkin tidak selalu mengangkat salib kita seketika, tetapi Ia selalu memberi kekuatan untuk memikulnya bersama-Nya.
Semakin kita mengorientasikan hidup kepada Tuhan, semakin kita mampu merasakan damai, penghiburan, dan berkat-Nya yang melimpah. Tuhan tidak pernah jauh. Dialah sahabat yang tetap tinggal ketika dunia menjauh.
Selamat pagi, Tuhan memberkati.
Ave Maria.





