Renungan Harian: “Teguh dalam Militansi Iman”

12

Renungan Harian
Senin, 18 Mei 2026 – Pekan Paskah VII
Bacaan I: Kis 19:1-8
Mazmur Tanggapan: Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b
Bacaan Injil: Yoh 16:29-33

“Teguh dalam Militansi Iman”

Dalam kehidupan beriman, tidak sedikit orang yang masih mudah bimbang dan ragu. Iman terkadang hanya dijalani sebatas kewajiban, aturan, atau rutinitas liturgi. Orang datang ke gereja, mengikuti ibadah, dan menjalankan tradisi, tetapi hatinya belum sungguh mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Akibatnya, ketika cobaan datang, iman mudah goyah dan semangat pun perlahan memudar.
Dalam Injil hari ini, Yesus membimbing para murid agar semakin memahami siapa diri-Nya.

Melalui perkataan, tindakan, dan seluruh karya-Nya, para murid akhirnya sampai pada pengakuan iman yang mendalam: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu… kami percaya bahwa Engkau datang dari Allah” (Yoh 16:30). Pengalaman bersama Yesus membuat iman mereka menjadi nyata dan hidup.

Namun Yesus juga mengingatkan bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah. Akan ada penderitaan, tantangan, bahkan penolakan. Karena itu Yesus berkata: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Sabda ini menjadi sumber kekuatan bagi setiap orang beriman agar tidak takut menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Iman yang sejati melahirkan militansi iman: keberanian untuk tetap setia, tetap berharap, dan tetap berjalan bersama Tuhan walau harus menghadapi penderitaan. Para murid akhirnya mampu memberikan hidup mereka demi Kristus karena mereka telah menemukan harta terindah dalam hidup, yakni iman akan Yesus.

Pada masa Novena Roh Kudus ini, kita diajak membuka hati terhadap terang dan tuntunan Roh Kudus. Roh Kudus akan meneguhkan hati yang lemah, menerangi akal budi yang bimbang, dan menguatkan langkah kita di tengah tantangan zaman. Dengan demikian, kita tidak menjadi orang yang mudah menyerah, tetapi pribadi yang teguh, kuat, dan setia dalam iman.

Semoga melalui perjumpaan yang semakin mendalam dengan Tuhan, kita mampu menjadi saksi Kristus yang berani di tengah dunia.
Tuhan memberkati dan Ave Maria.