Pelatihan Literasi Keuangan di Selenggarakan Keuskupan Manokwari-Sorong

69
Mgr. Hilarion Datus Lega membuka kegiatan literasi Keuangan di Keuskupan Manokwari-Sorong

SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Pelatihan Literasi Keuangan yang diselenggarakan oleh PT. Karya Investasi Providentia bekerja sama dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) berlangsung di Keuskupan Manokwari-Sorong.

Mgr. Hilarion Datus Lega membuka kegiatan literasi Keuangan di Keuskupan Manokwari-Sorong

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang terlibat dalam pelayanan dan tata kelola keuangan Gereja, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab demi mendukung karya pastoral dan pelayanan Gereja.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Mgr. Hilarion Datus Lega di Aula Rex Mundi (Kamis, 09/7/2026). Dalam sambutannya, Uskup Datus menyampaikan apresiasi kepada PT. Karya Investasi Providentia dan Konferensi Waligereja Indonesia atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat bagi Gereja. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik merupakan bagian penting dari pelayanan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Uskup Datus menegaskan bahwa setiap pelayan Gereja perlu terus belajar mengelola keuangan secara benar dan bijaksana. Pengelolaan keuangan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kejujuran, ketulusan, dan integritas. “Kejujuran dan keikhlasan tidak cukup hanya diucapkan dalam kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Karena itu, tata kelola keuangan yang baik merupakan salah satu bentuk pelayanan yang mencerminkan nilai-nilai Injil.

Dalam sesi materi, Okta Gerard dari PT. Karya Investasi Providentia memaparkan berbagai produk investasi serta sistem pengelolaan dana yang diterapkan oleh perusahaan. Ia menjelaskan bahwa seluruh pengelolaan dana dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan transparansi. Menurutnya, dana yang dikelola bukanlah milik pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan merupakan milik bersama yang dipergunakan untuk mendukung karya-karya karitatif Gereja sesuai dengan ajaran sosial Gereja.

Sementara itu, Adrian membawakan materi mengenai penyusunan anggaran (budgeting) dan manajemen keuangan. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap program pelayanan, mulai dari menetapkan target yang ingin dicapai, menyusun anggaran yang realistis, hingga melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana. Dengan manajemen keuangan yang baik, setiap kegiatan pelayanan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi umat.

Melalui pelatihan literasi keuangan ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya membangun budaya tata kelola keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel dalam kehidupan menggereja.

Selain menambah wawasan dan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat komitmen bersama untuk mengelola setiap berkat yang dipercayakan Gereja secara bijaksana demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan kesejahteraan umat Allah.*