Renungan Harian – 06 Juli 2026
Bacaan I: Hos 2:13,14b-15,18-19
Bacaan Injil: Mat 9:18-26
Orang yang sungguh percaya dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan tidak akan dikecewakan. Allah senantiasa menyatakan kasih dan penyelamatan-Nya kepada mereka yang datang kepada-Nya dengan iman. Kita begitu berharga di hadapan-Nya. Karena kasih-Nya yang tak terbatas, Ia selalu menghendaki yang terbaik bagi hidup kita.
Dalam bacaan pertama, Nabi Hosea melukiskan kasih dan kesetiaan Allah bagaikan kasih antara suami dan istri. Tuhan sendiri berfirman, “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.” (Hos. 2:18-19). Firman ini menegaskan bahwa kasih Allah tidak pernah berubah dan kesetiaan-Nya tidak pernah berakhir.
Kasih dan kesetiaan Allah itu mencapai kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus. Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan belas kasih-Nya kepada setiap orang yang datang dengan iman. Kepala rumah ibadat berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” (Mat. 9:18). Demikian pula perempuan yang telah lama menderita pendarahan berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat. 9:21). Iman yang tulus membuka jalan bagi karya Allah yang menyembuhkan, memulihkan, bahkan menghidupkan.
Karena itu, marilah kita menaruh kepercayaan yang penuh kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidup. Bangunlah relasi yang akrab dengan-Nya melalui doa, peliharalah kesetiaan kepada-Nya dalam setiap langkah kehidupan, dan balaslah kasih-Nya dengan mengasihi Tuhan serta sesama dengan sepenuh hati. Sebab, tidak ada iman yang sia-sia ketika kita sungguh bersandar kepada Tuhan.
Smm
Tuhan memberkati. Ave Maria.





