Uskup Hilarion Datus Lega Buka Pembekalan Frater di Meyes, Tekankan Kesetiaan pada Panggilan

104

MEYES, KOMSOSKMS.ORG — Rangkaian kegiatan pembekalan para frater Tahun Orientasi Rohani (TOR) dan Tahun Orientasi Karya (TOK) di Keuskupan Manokwari-Sorong resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, pada Selasa, 21 April 2026. Perayaan tersebut berlangsung di Taman Doa Maria Mendali Wasiat Meyes, Paroki Amban, Manokwari, Papua Barat.

Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin perayaan pembukaan pembekalan para Frater Tahun Orientasi Pastoral dan Tahun Karya

Perayaan Ekaristi ini menjadi tanda dimulainya seluruh agenda kegiatan yang akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 April 2026. Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai misa yang dihadiri oleh para frater dari berbagai paroki dan komunitas kategorial di Keuskupan Manokwari-Sorong.

Perjalanan Menuju Lokasi Kegiatan
Sebelum menuju lokasi kegiatan, para peserta terlebih dahulu berkumpul di Pastoran Paroki St. Thomas Aquinas Amban. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih satu jam menuju Taman Doa Maria Mendali Wasiat Meyes.

Rangkaian kegiatan pembekalan para frater Tahun Orientasi Rohani (TOR) dan Tahun Orientasi Karya (TOK) di Keuskupan Manokwari-Sorong resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, pada Selasa, 21 April 2026

Dalam kesempatan tersebut, Uskup menyampaikan apresiasi kepada Pastor Paroki bersama Dewan Paroki St. Thomas Aquinas Amban serta para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Pembekalan sebagai Momen Pendalaman Panggilan

Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega menegaskan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan momen penting bagi para frater TOR dan TOK untuk saling bertemu, mengenal, serta memperdalam panggilan mereka. Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat, tidak hanya berasal dari Keuskupan Manokwari-Sorong, tetapi juga dari berbagai keuskupan lain seperti Kupang dan Ruteng, serta dari berbagai tarekat religius seperti Karmel, OSA, CM, OFM, dan lainnya.

Mgr. Hilarion Datus Lega menegaskan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan momen penting bagi para frater TOR dan TOK untuk saling bertemu, mengenal, serta memperdalam panggilan mereka

Uskup juga menegaskan bahwa panggilan hidup sebagai imam atau pelayan Gereja merupakan panggilan dari Tuhan sendiri yang perlu disadari, diyakini, dan dijalani dengan setia, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan.

Yesus, Roti Kehidupan

Mengacu pada Injil hari itu, Uskup menekankan bahwa Yesus adalah roti kehidupan yang memberikan hidup sejati, yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memuaskan dahaga rohani manusia. Oleh karena itu, setiap panggilan hidup beriman bersumber dari Allah sendiri, bukan semata-mata dari manusia.

Melalui kegiatan pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga saling berbagi pengalaman hidup, panggilan, serta karya pelayanan.

Ia juga mengingatkan bahwa jalan hidup orang beriman adalah jalan Tuhan, yakni jalan keselamatan. Jalan ini sering kali tidak mudah, namun harus dijalani dengan kesetiaan, pengorbanan, dan semangat pelayanan.

Saling Meneguhkan dalam Panggilan
Melalui kegiatan pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga saling berbagi pengalaman hidup, panggilan, serta karya pelayanan. Dengan demikian, mereka dapat saling meneguhkan dan memperkaya satu sama lain.

Uskup berharap perjumpaan ini menjadi awal dari relasi yang terus terjalin, sehingga para peserta dapat terus berkomunikasi dan bertumbuh bersama dalam panggilan mereka demi menghadirkan karya keselamatan Allah bagi banyak orang.

“Akhirnya, marilah kita semua terus berjalan di jalan Tuhan, jalan keselamatan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi setiap orang yang kita jumpai dalam tugas dan perutusan kita,” tutupnya.

Jumlah Peserta dan Dukungan Donatur
Pada sesi awal bersama Uskup, disampaikan bahwa kegiatan pembekalan yang berlangsung di Meyes pada 21 April 2026 diikuti oleh 20 frater, yang terdiri dari frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) dan Tahun Orientasi Karya (TOK). Dari jumlah tersebut, 9 orang merupakan calon imam diosesan dan 5 orang calon imam dari Ordo Santo Agustinus.

Uskup berharap perjumpaan ini menjadi awal dari relasi yang terus terjalin, sehingga para peserta dapat terus berkomunikasi dan bertumbuh bersama dalam panggilan mereka demi menghadirkan karya keselamatan Allah bagi banyak orang.

Uskup juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung serta menanggung seluruh kebutuhan logistik selama kegiatan berlangsung.

Sukacita dan Semangat Belajar Sepanjang Hidup
Dalam arahannya, Uskup menegaskan bahwa para frater berasal dari latar belakang yang beragam, namun dipersatukan dalam satu korps pelayanan. Oleh karena itu, penting bagi setiap frater untuk saling mengenal, berbagi pengalaman sebagai narasumber satu sama lain, serta membuka diri dalam kebersamaan.

Lebih lanjut, Uskup menjelaskan bahwa pembekalan ini bertujuan membantu para calon imam memahami makna sukacita dalam panggilan. Sukacita tersebut digambarkan sebagai sikap “tercecer”—tertawa, cerah, dan ceria—yang mencerminkan hati yang penuh syukur.

Para frater diajak untuk terus belajar sepanjang hidup. Semangat belajar ini menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilan imamat.

Selain itu, para frater juga diajak untuk terus belajar sepanjang hidup. Semangat belajar ini menjadi bagian penting dalam perjalanan panggilan imamat. Dengan demikian, sukacita dan semangat belajar yang berkelanjutan menjadi dua hal pokok yang perlu dihidupi.

Uskup menambahkan bahwa setiap narasumber sejatinya adalah pribadi yang terus belajar. Meskipun kegiatan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, diharapkan tetap mampu memberikan kesan yang baik dan mendalam bagi seluruh peserta.