Renungan Harian – Rabu, 27Mei 2026
Bacaan I: 1Ptr 1:18-25
Bacaan Injil: Mrk 10:32-45
Menjadi orang yang selalu dilayani, dihormati, dan disanjung memang tampak menyenangkan. Banyak orang ingin berada di posisi teratas, memberi perintah, dan menikmati penghormatan tanpa harus terlibat langsung dalam perjuangan dan pelayanan. Namun, apakah itu yang dikehendaki Tuhan?
Dalam Injil hari ini, Yesus justru mengajarkan jalan yang berbeda. Ketika para murid masih memikirkan soal kedudukan dan siapa yang terbesar, Yesus menegaskan bahwa kebesaran sejati bukanlah soal kuasa, melainkan kerendahan hati dan pelayanan. Yesus berkata:
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” (Mrk 10:43-44).
Inilah spiritualitas “turun” yang ditunjukkan Yesus. Sebagai Putra Allah, Yesus tidak datang untuk mencari penghormatan atau dilayani. Sebaliknya, Ia rela mengosongkan diri, turun ke dunia, berjalan bersama manusia, melayani mereka yang kecil dan lemah, bahkan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib.
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mrk 10:45).
Dunia sering mengukur kebesaran dari jabatan, kekuasaan, dan popularitas. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa kebesaran sejati lahir dari hati yang mau melayani dengan tulus. Pelayanan yang dilakukan dengan kasih tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan.
Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang rendah hati. Jangan hanya ingin dihargai, tetapi beranilah mengambil bagian dalam pelayanan. Jangan hanya ingin dipuji, tetapi belajarlah memberi diri dengan tulus. Ketika kita melayani dengan kasih, di situlah wajah Kristus hadir melalui hidup kita.
Tuhan memberkati dan Ave Maria.





