Renungan Harian: “Menjadi Kecil agar Mengenal Allah”

68

Renungan Harian – 14 Juli 2026
Peringatan Wajib Santo Bonaventura
Bacaan I: Yesaya 10:5-7.13-16
Mazmur Tanggapan: Mazmur 94:5-10.14-15
Bacaan Injil: Matius 11:25-27

“Menjadi Kecil agar Mengenal Allah”
“Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Mat. 11:25)

Dalam pandangan dunia, “orang kecil” sering dipahami sebagai mereka yang miskin, sederhana, kurang berpendidikan, tidak memiliki jabatan, atau dipandang rendah oleh masyarakat. Sebaliknya, orang yang berilmu, berpengaruh, dan memiliki kedudukan tinggi sering dianggap lebih berhasil dan lebih dihormati. Namun, Yesus memberikan makna yang jauh lebih dalam tentang siapa sesungguhnya “orang kecil”.

Yang dimaksud Yesus bukanlah sekadar mereka yang miskin secara materi, melainkan mereka yang rendah hati di hadapan Allah. Mereka menyadari keterbatasannya, membuka hati untuk mendengarkan Sabda Tuhan, dan dengan tulus menyerahkan hidup kepada kehendak-Nya. Inilah sikap yang dimiliki para murid Yesus. Walaupun berasal dari kalangan sederhana dan tidak terpandang, mereka memiliki hati yang percaya, rela belajar, serta setia mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi.
Sebaliknya, banyak orang Farisi dan ahli Taurat merasa diri paling tahu tentang Allah.

Kesombongan membuat hati mereka tertutup sehingga mereka gagal mengenali Mesias yang hadir di tengah-tengah mereka. Pengetahuan tanpa kerendahan hati justru menjauhkan mereka dari kebenaran.

Peringatan Santo Bonaventura hari ini juga mengajarkan hal yang sama. Sebagai seorang teolog besar dan Uskup Gereja, ia tidak mengandalkan kepandaiannya semata, tetapi memadukan ilmu dengan doa, kerendahan hati, dan kasih kepada Kristus. Baginya, mengenal Allah bukan hanya melalui akal budi, melainkan melalui hati yang dipenuhi iman dan cinta.

Di tengah dunia yang sering mengagungkan prestasi, kekuasaan, dan popularitas, Yesus mengajak kita untuk memiliki hati seorang “kecil”: rendah hati, mudah diajar, mau bertobat, serta selalu membuka diri terhadap karya Allah. Hati seperti inilah yang mampu menangkap rahasia Kerajaan Surga dan mengalami sukacita hidup bersama Kristus.

Marilah kita belajar menjadi “orang kecil” di hadapan Tuhan. Jangan mengandalkan kemampuan diri semata, tetapi bersandar pada rahmat-Nya. Semoga kita senantiasa tekun mendengarkan Sabda Tuhan, membangun relasi yang akrab dengan-Nya melalui doa, serta menghadirkan kasih-Nya dalam setiap perkataan dan tindakan.

Tuhan memberkati. Ave Maria.