Renungan Harian: Kasih yang Menuntun kepada Kebenaran

75

Renungan Harian, Minggu 10 Mei 2026

Minggu Paskah VI
Bacaan I: Kis 8:5-8.14-17
Bacaan II: 1Ptr 3:15-18
Bacaan Injil: Yoh 14:15-21

Dalam hidup ini, setiap orang tentu ingin dicintai dan diperhatikan. Kasih sejati membuat seseorang merasa berharga, dijaga, dan tidak dibiarkan berjalan sendirian. Karena itu, perpisahan, keretakan hubungan, dan hilangnya kasih menjadi sesuatu yang paling ditakuti manusia. Di tengah kerinduan itu, Tuhan Yesus menegaskan bahwa ikatan kasih antara diri-Nya dan para murid bukanlah kasih yang sementara, melainkan kasih yang kekal.

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh 14:15). Kasih kepada Tuhan ternyata tidak cukup hanya diucapkan lewat doa atau pujian. Kasih itu harus nyata dalam ketaatan dan tindakan hidup sehari-hari.

Mengasihi Yesus berarti hidup menurut kehendak-Nya: menghadirkan damai, mengampuni, menolong sesama, menjaga kejujuran, dan merawat ciptaan Tuhan.

Yesus mengetahui bahwa para murid akan mengalami ketakutan dan kesulitan ketika Ia kembali kepada Bapa. Karena itu, Ia tidak meninggalkan mereka sendirian. Ia menjanjikan Roh Kudus, Sang Penolong, yang akan menyertai mereka selama-lamanya. Roh Kudus itulah yang menguatkan hati para Rasul sehingga mereka berani mewartakan Injil dan memancarkan kasih Kristus kepada banyak orang, seperti yang dikisahkan dalam Bacaan Pertama. Kehadiran Roh Kudus membuat Gereja terus hidup dan bertumbuh.

Kita pun dipanggil untuk membuka hati terhadap karya Roh Kudus. Dalam dunia yang sering dipenuhi egoisme, kebencian, dan sikap acuh tak acuh, Roh Kudus mengajar kita untuk tetap hidup dalam kasih. Kasih itu bukan hanya kepada Tuhan, tetapi juga kepada sesama, terutama mereka yang miskin, kecil, dan menderita. Bahkan lebih luas lagi, kasih itu harus diwujudkan dalam kepedulian terhadap alam ciptaan sebagai rumah bersama.

Ajakan ini sejalan dengan seruan Pope Francis yang terus mengingatkan umat beriman untuk menjadi pelindung bumi dan sahabat bagi kaum miskin. Iman kepada Kristus tidak boleh berhenti di altar Gereja, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata: menjaga lingkungan, tidak merusak alam, membantu sesama yang berkekurangan, dan menghadirkan pengharapan bagi mereka yang lemah.

Semoga pada Hari Minggu Paskah VI ini, kita semakin menyadari bahwa kasih kepada Tuhan adalah sumber kekuatan hidup kita. Bersama Roh Kudus, marilah kita terus menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, masyarakat, dan dunia.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati.
Ave Maria.