Renungan Harian: Setia di Jalan Salib

78

Renungan Harian, 09 Mei 2026
Bacaan I: Kisah Para Rasul 16:1-10
Bacaan Injil: Injil Yohanes 15:18-21

Mengikuti Kristus bukan berarti hidup tanpa tantangan. Justru ketika seseorang sungguh berusaha hidup menurut kehendak Allah, ia sering harus berhadapan dengan berbagai penolakan, penderitaan, bahkan pergulatan batin. Jalan iman tidak selalu nyaman karena pola hidup Kristus sering bertentangan dengan semangat dunia yang hanya mengejar kesenangan jasmani dan kebahagiaan sesaat.

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh 15:18). Sabda ini menegaskan bahwa penderitaan yang dialami para pengikut Kristus bukanlah tanda ditinggalkan Allah, melainkan bagian dari kesetiaan dalam mengikuti jejak Sang Guru. Dunia sering menolak kebenaran karena kebenaran menuntut pertobatan dan pengorbanan.

Hal itu tampak nyata dalam perjalanan misi Paulus dan jemaat perdana. Mereka menghadapi banyak kesulitan, penolakan, dan penderitaan. Namun mereka tidak kehilangan sukacita sebab Roh Kudus tetap menyertai dan menuntun langkah mereka. Di tengah salib dan perjuangan, ada damai sejati yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

Kadang kita pun tergoda merasa iri melihat orang yang hidup hanya mengejar dunia tampak lebih bahagia. Namun kebahagiaan duniawi sering hanya sementara. Sebaliknya, orang yang setia memikul salib bersama Kristus mungkin tampak menderita, tetapi jiwanya dipenuhi pengharapan dan sukacita yang mendalam karena hidupnya berjalan menuju keselamatan kekal.

Karena itu, marilah kita tetap setia di jalan Tuhan walaupun terasa berat. Jangan takut memikul salib kehidupan. Sebab salib yang dipikul bersama Kristus akan menghantar kita kepada kemuliaan dan kehidupan sejati. Pengikut Yesus yang sejati bukanlah mereka yang lari dari salib, melainkan mereka yang setia menjalaninya dengan iman dan kasih.

Tuhan memberkati.
Ave Maria.