Renungan Harian: Tinggal dalam Kasih yang Menghidupkan

39

Renungan Harian – Kamis, 07 Mei 2026 (Paskah V)
Bacaan I: Kis 15:7-21
Mazmur: Mzm 96:1-2a.2b-3.10
Injil: Yoh 15:9-11

Ciri khas hidup Kristiani adalah hidup dalam kasih. Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan cara hidup yang nyata: mengampuni, melayani, dan berbuat baik bahkan ketika itu tidak mudah. Karena itu, kebencian, kejahatan, dan balas dendam tidak pernah sejalan dengan jati diri seorang pengikut Kristus.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan pesan yang sangat mendalam: “Tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yoh 15:9). Ia lebih dahulu mengasihi kita, bahkan sampai menyerahkan diri-Nya. Maka, tinggal dalam kasih-Nya berarti membuka hati untuk terus menerima kasih itu, sekaligus berjuang untuk menghidupinya dalam tindakan sehari-hari.

Yesus juga menegaskan bahwa tinggal dalam kasih tidak bisa dilepaskan dari ketaatan: “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku.” (Yoh 15:10). Artinya, kasih sejati selalu terwujud dalam kesetiaan pada kehendak Tuhan. Bukan hanya berkata “aku mengasihi”, tetapi sungguh berusaha hidup sesuai dengan firman-Nya.

Kasih itulah sumber sukacita sejati. Sukacita yang tidak tergantung pada situasi, tetapi lahir dari relasi yang hidup dengan Kristus. Dalam kasih-Nya, kita dikuatkan untuk tetap mengasihi, bahkan ketika hati terluka, ketika pengorbanan terasa berat, atau ketika balasan yang kita terima tidak sepadan.

Bacaan pertama hari ini juga mengingatkan kita bahwa kasih Allah tidak terbatas, tetapi terbuka bagi semua orang. Allah tidak mempersulit jalan keselamatan, melainkan mengundang setiap orang untuk datang dan mengalami kasih-Nya. Maka, kita pun dipanggil untuk menjadi jembatan kasih itu bagi sesama.

Semoga kita semakin tinggal dalam kasih Tuhan setiap hari. Biarlah kasih-Nya mengalir dalam hidup kita, sehingga kita mampu mengasihi dengan tulus, sabar, dan penuh pengorbanan.

Tuhan memberkati. Ave Maria.