Salib IYD Diarak dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi Menuju Paroki Imanuel Sanggeng

23
Penyerahan Salib IYD dari OMK Stasi Santa Bunda Maria Sowi ke OMK Paroki Imanuel Sanggeng

MANOKWARI, KOMSOS KMS — Perarakan Salib Indonesian Youth Day (IYD) dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi menuju Paroki Imanuel Sanggeng, Manokwari, berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Salib IYD sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan, iman, dan semangat pelayanan Orang Muda Katolik (OMK) dalam menyongsong pelaksanaan Indonesian Youth Day (IYD) IV Tahun 2027 di Keuskupan Manokwari-Sorong.

Salib IYD dibawa keluar dari Gereja Stasi Santa Bunda Maria Sowi oleh Ketua Stasi Santa Bunda Maria Sowi, Paskalis Semunya bersama istri, menuju ke kendaraan yang sudah disiapkan

Perarakan ini melibatkan umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi bersama Orang Muda Katolik (OMK), serta para pelayan Gereja yang turut mengambil bagian dalam prosesi penghantaran Salib IYD menuju pusat Paroki Imanuel Sanggeng.

Prosesi perarakan diawali dengan doa bersama yang berlangsung di Gereja Stasi Santa Bunda Maria Sowi yang dipimpin oleh Agus Nugroho, selaku tokoh umat. Doa tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus permohonan agar perjalanan Salib IYD menuju tempat persinggahan berikutnya di Paroki Imanuel Sanggeng dapat berlangsung dengan lancar serta membawa semangat iman bagi seluruh OMK dan umat yang terlibat.

Setelah doa bersama selesai, Salib IYD kemudian dibawa keluar dari dalam gereja oleh Ketua Dewan Stasi Santa Bunda Maria Sowi,  Paskalis Semunya bersama istrinya menuju ke  kendaraan yang telah disiapkan. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Salib IYD kemudian diberangkatkan dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi menuju Paroki Imanuel Sanggeng sebagai bagian dari estafet perjalanan Salib IYD di wilayah Manokwari.

Salib IYD diarak dengan berjalan kaki dari GOR Sanggeng menuju ke Gereja Imanuel

Selanjutnya, OMK dan umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi dengan menggunakan kendaraan secara beriringan mengarak Salib IYD menuju ke GOR Sanggeng yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Gereja Imanuel. Kemudian, dari GOR Sanggeng  Salib IYD lanjut diarak oleh OMK dan umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi dengan berjalan kaki menuju Gereja Imanuel Sanggeng.

Setibanya di Paroki Imanuel Sanggeng, umat dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi disambut oleh Pastor Paroki Imanuel Sanggeng,  Orang Muda Katolik (OMK)  beserta umat Paroki Imanuel Sanggeng. Sebelum dilakukan penyerahan Salib IYD, acara diawali dengan sambutan singkat dari Ketua Dewan Stasi Santa Bunda Maria Sowi, Paskalis Semunya. 

Sambutan singkat oleh Ketua Dewan Stasi Santa Bunda Maria Sowi, Paskalis Semunya

Dalam sambutannya,  Paskalis Semunya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bagi Stasi Santa Bunda Maria Sowi untuk menjadi salah satu tempat persinggahan Salib IYD. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan, semangat persaudaraan, dan kebersamaan dalam kasih Kristus.

“Kita patut bersyukur kepada Tuhan, karena atas pertolongan dan kasih karunia Tuhan  perjalanan Salib IYD selama berada di Stasi Santa Bunda Maria Sowi kurang lebih dua pekan mulai dari tanggal 1-14 Agustus 2026 dan hari terakhirnya tanggal 15 Agustus 2026 adalah perarakan dan penyerahan Salib IYD dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi  ke Paroki Imanuel Sanggeng boleh berjalan dengan penuh hikmat dan lancar. Atas nama seluruh umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan kekompakan yang terbina, satu Katolik satu Indonesia dan karena Kristus kita boleh berjalan bersama-sama”, tegas Paskalis Semunya.

Pengalungan Salib IYD oleh Barnabas Sedik, selaku tokoh umat dari Paroki Imanuel Sanggeng

Setelah sambutan tersebut, prosesi dilanjutkan dengan pengalungan Salib IYD oleh Barnabas Sedik selaku tokoh umat di Paroki Imanuel Sanggeng, dan kemudian dilakukan penyerahan Salib IYD dari OMK Stasi Santa Bunda Maria Sowi kepada OMK Paroki Imanuel Sanggeng. Penyerahan ini menjadi simbol keberlanjutan perjalanan Salib IYD sekaligus estafet semangat iman dan pelayanan dari satu komunitas OMK kepada komunitas OMK lainnya.

Peran OMK sebagai generasi penerus Gereja Katolik

Bagi OMK, Salib IYD tidak sekadar menjadi simbol yang berpindah dari satu gereja ke gereja lainnya. Salib tersebut menjadi tanda kasih dan pengorbanan Kristus sekaligus pengingat bagi kaum muda Katolik untuk untuk tidak hanya menjadi peserta dalam berbagai kegiatan Gerejani, tetapi tetap terus bertumbuh dalam iman, mengambil bagian secara aktif dalam pelayanan dan kehidupan menggereja, membangun persaudaraan, serta menghadirkan kasih dan damai di tengah gereja dan masyarakat. Makna tersebut sejalan dengan rangkaian perjalanan Salib IYD di Keuskupan Manokwari-Sorong yang dimaksudkan sebagai bagian dari persiapan menuju IYD IV tahun 2027.

Perarakan Salib IYD dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi menuju Paroki Imanuel Sanggeng juga memperlihatkan semangat kebersamaan antarkomunitas OMK. Estafet Salib IYD menjadi ruang perjumpaan sekaligus kesempatan bagi kaum muda untuk memperkuat komitmen dalam kehidupan menggereja dan mempersiapkan diri sebagai bagian dari generasi penerus Gereja Katolik. Rangkaian perarakan juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara umat Stasi Santa Bunda Maria Sowi dan Paroki Imanuel Sanggeng. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui perjalanan Salib IYD diharapkan terus berkembang menjadi gerakan iman yang melibatkan berbagai kelompok dan komunitas kaum muda.

Penyerahan Salib IYD dari OMK Stasi Santa Bunda Maria Sowi ke OMK Paroki Imanuel Sanggeng

Sebelumnya, Salib IYD telah melalui perjalanan dari Stasi Santo Mikhael Arfai Pra Paroki Salvator Maripi, menuju Stasi Santa Bunda Maria Sowi. Kedatangan Salib IYD di Sowi disambut umat melalui rangkaian kegiatan doa, perarakan, adat, dan perayaan Ekaristi. Kehadiran Salib IYD juga diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan iman dan penguatan persaudaraan bagi kaum muda.

Perjalanan Salib IYD dari Stasi Santa Bunda Maria Sowi menuju Paroki Imanuel Sanggeng tidak hanya menjadi sebuah agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan persaudaraan, memperkuat iman, dan membangkitkan semangat Orang Muda  Katolik dalam menyongsong Indonesian Youth Day (IYD) serta masa depan Gereja di Keuskupan Manokwari-Sorong.

Dengan berakhirnya perjalanan Salib IYD di Stasi Santa Bunda Maria Sowi dan dilanjutkannya perjalanan menuju Paroki Imanuel Sanggeng, semangat yang dibawa tidak berhenti pada sebuah prosesi simbolis. Salib IYD diharapkan terus menjadi sumber inspirasi bagi OMK untuk semakin tangguh dalam iman, setia dalam pelayanan, serta mampu merajut persaudaraan dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Perarakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesian Youth Day (IYD) IV tahun 2027 di Keuskupan Manokwari-Sorong bukan hanya persiapan menuju sebuah pertemuan besar Orang Muda Katolik, melainkan juga sebuah perjalanan iman yang dibangun melalui doa, harapan, kasih, persaudaraan, pelayanan, kebersamaan dan keterlibatan nyata OMK dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

Kontributor Berita : KOMSOS Stasi Santa Bunda Maria Sowi.