Renungan Harian: Kasih yang Menjadi Tindakan

3

RENUNGAN HARIAN, Senin, 5 Oktober 2026
Bacaan I: Gal 1:6-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-9.10c
Bacaan Injil: Luk 10:25-37

Kasih yang Menjadi Tindakan
Semua orang Kristen mengakui dan mengimani bahwa Allah adalah kasih. Kita percaya bahwa kasih Allah sungguh nyata dan terus bekerja dalam kehidupan kita. Namun, iman tidak berhenti pada pengakuan dan kata-kata. Iman harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan kasih kepada sesama.

Dalam bacaan pertama, Santo Paulus mengingatkan jemaat di Galatia agar tetap setia pada Injil yang telah mereka terima. Jangan sampai mereka beralih kepada ajaran lain yang menyimpang dari kebenaran Injil. Kesetiaan kepada Injil berarti berpegang teguh pada Kristus dan menjadikan ajaran-Nya sebagai dasar kehidupan.

Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan bahwa inti hukum kasih bukan sekadar mengetahui atau berbicara tentang kasih, melainkan melakukannya. Perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati menjadi gambaran nyata tentang kasih yang tidak mengenal batas.
Orang Samaria itu tidak banyak bertanya tentang siapa yang harus ditolong. Ia melihat seseorang yang menderita, tergerak oleh belas kasih, lalu bertindak. Ia merawat luka orang itu, membawanya ke tempat yang aman, dan bahkan mengeluarkan biaya untuk menjamin perawatannya.

Di sinilah kita belajar bahwa kasih sejati bukan hanya perasaan atau kata-kata. Kasih menjadi nyata ketika kita berani peduli, hadir, dan membantu mereka yang membutuhkan. Kita tidak cukup hanya berbicara tentang kasih, tetapi dipanggil untuk menjadikan kasih sebagai jiwa yang menggerakkan hidup kita.

Sebagai orang beriman, kita diutus menjadi duta-duta kasih Kristus. Di tengah kehidupan yang sering diwarnai sikap individualistis dan ketidakpedulian, kita dipanggil untuk membuka mata terhadap penderitaan sesama. Kita belajar peka terhadap mereka yang lemah, solider dengan mereka yang mengalami kesulitan, dan rela berbagi waktu, tenaga, perhatian, bahkan materi demi meringankan beban sesama.

Pertanyaan Yesus kepada kita hari ini sederhana tetapi mendalam: “Siapakah sesamamu?” Dan jawabannya tidak cukup ditemukan dalam kata-kata. Kita harus menunjukkannya melalui tindakan.

Marilah kita memancarkan kasih yang kita imani. Jangan biarkan iman hanya tinggal dalam doa dan perkataan, tetapi biarlah iman itu hadir dalam sikap, pelayanan, kepedulian, dan tindakan nyata. Sebab, seperti orang Samaria yang baik hati, kita pun dipanggil untuk pergi dan melakukan yang sama.
Tuhan memberkati. Ave Maria!