Uskup Manokwari-Sorong Doakan Perdamaian di Tanah Maybrat dalam Kunjungan Pastoral di Kumurkek

133
Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan homili dalam perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

KUMURKEK, KOMSOSKMS.ORG — Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, mengajak seluruh umat untuk bersatu dalam doa bagi terciptanya perdamaian di Tanah Maybrat, khususnya di Aifat Timur, menyusul berbagai peristiwa yang meresahkan masyarakat belakangan ini. Seruan tersebut disampaikan dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Stasi Santo Paulus Kumurkek, Paroki Santo Yoseph Ayawasi, Minggu (16/8/2026).

Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Manokwari-Sorong, memimpin Perayaan Ekaristi dipimpin Stasi St. Paulus Kumurkek (16/8/3026)

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega bersama Pastor Rekan, P. Fransiskus Katino, Pr. Dalam kunjungan pastoralnya kali ini, Uskup tidak hanya meninjau perkembangan karya-karya pastoral di Paroki Santo Yoseph Ayawasi, tetapi juga hadir memberikan penguatan rohani, harapan, dan dukungan bagi seluruh masyarakat Maybrat yang tengah menghadapi situasi yang penuh keprihatinan.

Sejak awal perayaan, Uskup secara khusus mengintensikan Misa Kudus bagi perdamaian di Tanah Maybrat. Dalam homilinya, ia mengajak umat memandang perjalanan iman bangsa Israel dan Bunda Maria sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi penderitaan.

Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan homili dalam perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Menurutnya, sejarah keselamatan menunjukkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bangsa Israel pernah mengalami pembuangan ke Babilonia selama puluhan tahun, namun tetap dipulihkan karena mereka tidak kehilangan harapan kepada Tuhan.

“Prinsip hidup kaum beriman saat itu sangat sederhana: kita boleh kehilangan apa saja, tetapi jangan sampai kehilangan Tuhan,” ungkap Uskup.

Ia menjelaskan bahwa dari kelompok kecil yang tetap setia kepada Allah itulah lahir Santa Perawan Maria, sosok yang menjadi teladan iman bagi seluruh Gereja.

“Kalau Abraham disebut sebagai bapa orang beriman, maka Maria adalah ibu orang-orang beriman. Imannya tidak lahir tanpa penderitaan. Ia tetap percaya kepada Allah sejak menerima kabar sukacita, saat melahirkan Yesus dalam kesederhanaan, ketika kehilangan Putranya di Bait Allah, hingga akhirnya berdiri teguh di bawah salib,” katanya.

Umat Stasi St. Paulus Kumurkek mengikuti perayaan Ekaristi, Minggu, 16/8/2026

Menurut Uskup, Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga mengingatkan umat bahwa kesetiaan kepada Tuhan akan berbuah kemuliaan.

“Kita menghormati Maria bukan karena patungnya, melainkan karena iman, kerendahan hati, kemurnian, dan ketaatannya kepada Allah. Ia menjadi teladan bahwa siapa pun yang setia kepada Tuhan akan memperoleh keselamatan,” tegasnya.

Doa Khusus bagi Perdamaian Maybrat
Pada liturgi Ekaristi, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak seluruh umat memanjatkan doa khusus bagi kedamaian di Aifat Timur secara khusus dan Maybrat secara umum.

Dalam doanya, Uskup memohon agar Tuhan menghentikan segala bentuk kekerasan yang dapat menimbulkan prasangka, kebencian, dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Ya Bapa yang Maharahim, kami mohon campur tangan-Mu agar peristiwa ini tidak semakin menimbulkan prasangka, kebencian, dan situasi yang mengganggu perdamaian. Bimbinglah semua pihak agar dengan ketulusan hati, kejujuran, dan keberanian mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya, saling mengampuni, serta bersama-sama membangun kembali kerukunan dan perdamaian di atas tanah ini,” doa Uskup.

Mgr. Hilarion Datus Lega memberikan berkat bagi anak-anak

Ia juga memohon agar Roh Kebijaksanaan memenuhi hati seluruh masyarakat sehingga tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun kepentingan yang dapat memperburuk situasi.

Secara khusus, Uskup juga mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

“Pulihkanlah keadaan masyarakat yang terdampak. Hiburlah keluarga para korban, terimalah mereka yang telah meninggal ke dalam kebahagiaan abadi bersama-Mu, kuatkanlah mereka yang berduka, dan bantulah semua yang kehilangan agar memperoleh pertolongan melalui kepedulian sesama,” demikian doa yang dipanjatkan.

Dalam pesannya kepada umat, Mgr. Hilarion Datus Lega mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi ataupun ikut memperkeruh keadaan.

“Kita hendaknya tetap menjaga suasana yang kondusif, aman, dan damai. Percayakan setiap persoalan kepada pihak-pihak yang berwenang untuk mengungkapkan kebenaran secara adil. Jangan sampai kita ikut memecah persatuan atau merusak kehidupan bersama,” pesannya.

Meninjau Pembangunan Karya Pastoral
Selain memimpin Perayaan Ekaristi, kunjungan pastoral tersebut juga dimanfaatkan Uskup untuk meninjau sejumlah rencana pembangunan di Paroki St.  Yoseph, antara lain pembangunan menara gereja, renovasi rumah pastoran serta penambahan satu sayap bangunan yang akan dimanfaatkan sebagai tempat belajar dan bermain bagi anak-anak.

Kebersamaan Sang Gembala umat bersama dengan umatnya di Kumurkek

Menurut Uskup, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya meletakkan fondasi yang kuat bagi perkembangan karya pastoral dan pendidikan di masa mendatang. Tempat itu diharapkan menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak sekaligus menjadi cikal bakal berdirinya sekolah dasar Katolik.

“Kita membangun dari bawah, dari fondasi yang kuat. Dengan dasar yang baik, pengembangan karya Gereja pada masa mendatang akan semakin kokoh. Pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan anak-anak Maybrat,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa berbagai keterbatasan, termasuk efisiensi anggaran pemerintah, menuntut Gereja untuk terus berjuang secara mandiri. Karena itu, Uskup mengajak seluruh umat dan para dermawan untuk bersama-sama mendukung karya-karya pastoral dan pendidikan demi masa depan generasi muda.

Sementara itu, Pastor Rekan P. Fransiskus Katino, Pr. turut mengajak umat untuk terus membawa Tanah Maybrat dalam doa.

“Kita jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Marilah kita menyerahkan seluruh persoalan kepada Tuhan dan mempercayakan proses penegakan kebenaran kepada pihak yang berwenang. Semoga Maybrat senantiasa hidup dalam damai,” ajaknya.

Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Stasi St. Paulus Kumurkek pun menjadi momentum doa bersama yang meneguhkan harapan seluruh umat bahwa damai Allah akan kembali menyelimuti Tanah Maybrat, sehingga masyarakat dapat hidup dalam persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.