Empat Tahun Paroki Santo Laurentius Wasior: Mgr. Hilarion Datus Lega Ajak Umat Meneladani Iman yang Militan

65
Bapak Uskup memotong tumpeng HUT Ke-4 Paroki St. Laurensius Wasior

WASIOR, KOMSOSKMS.ORG — Sukacita dan rasa syukur menyelimuti umat Katolik Paroki Santo Laurentius Wasior dalam Perayaan Ekaristi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Paroki yang berlangsung pada Senin (10/8/2026). Perayaan yang bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Laurentius, Diakon dan Martir, ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datu Lega.

Umat Paroki St. Laurensius mengikuti perayaan HUT ke-4 dengan penuh sukacita

Bagi umat di Wasior, peringatan ini bukan sekadar menandai bertambahnya usia paroki. Momentum empat tahun perjalanan Gereja ini menjadi kesempatan untuk semakin mendalami keteladanan Santo Laurentius sebagai pelindung paroki, yang dikenal karena imannya yang teguh, kepeduliannya kepada sesama, dan keberaniannya menghadapi penderitaan demi Kristus.

Dalam homilinya, Mgr. Datus mengajak umat meneladani semangat Santo Laurentius, salah satu tokoh penting Gereja perdana. Sebagai diakon, Laurentius dipercaya mengelola harta Gereja. Namun, baginya, kekayaan Gereja bukanlah emas ataupun perak, melainkan mereka yang miskin, kecil, dan menderita.

“Bagi Laurentius, kaum miskin dan orang-orang kecil di Roma adalah harta Gereja yang sejati. Ia mengabdikan hidupnya untuk membagikan bantuan dan memperhatikan mereka yang menderita,” tegas Mgr. Datus.

Mgr. Hilarion Datus Lega menyampaikan homili pada perayaan HUT ke-4 Paroki St. Laurensius Wasior

Melalui teladan Santo Laurentius, Uskup menegaskan bahwa Gereja dipanggil menjadi persekutuan yang terbuka bagi semua orang (katolikos), hadir di tengah kehidupan masyarakat, serta peka terhadap kebutuhan mereka yang lemah dan tersisih.

Menjadi Gereja yang Militan dalam Iman
Di hadapan umat yang memenuhi Gereja Santo Laurentius Wasior, Mgr. Datus menjelaskan bahwa Santo Laurentius merupakan ikon militansi iman. Militansi yang dimaksud bukanlah kekerasan, melainkan keteguhan dan keberanian untuk tetap setia kepada Kristus, sekalipun harus menghadapi tantangan dan penderitaan.

Melalui teladan tersebut, Mgr. Hilarion mengajak umat memahami identitas Gereja yang sejati: persekutuan yang terbuka, merangkul semua orang (katolikos), dan tidak hanya hidup untuk kepentingannya sendiri.

Uskup menggarisbawahi tiga pesan penting bagi perjalanan Paroki Santo Laurentius Wasior ke depan. Pertama, militansi iman, yakni keberanian mempertahankan nilai-nilai Kristiani di tengah berbagai tantangan zaman.

Kedua, keberlanjutan, yaitu kesetiaan untuk terus berjalan bersama Tuhan, baik ketika mengalami kemajuan maupun saat menghadapi kesulitan.

Ketiga, pengorbanan yang berbuah, sebagaimana perumpamaan biji gandum yang harus jatuh ke tanah dan mati agar menghasilkan buah yang melimpah.

Mengamati perjalanan Gereja di Wasior selama puluhan tahun, Mgr. Hilarion memberikan apresiasi mendalam atas perkembangannya.

Menurutnya, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan kasih akan membawa pertumbuhan bagi Gereja.

Bertumbuh Berkat Kerja Bersama
Mgr. Hilarion Datus Lega juga mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan Gereja di Wasior selama puluhan tahun. Dari komunitas-komunitas kecil, kini Paroki Santo Laurentius Wasior telah berkembang dan menaungi dua stasi, yakni Stasi Santa Maria Warayaru-Sobey dan Stasi Werianggi.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi merupakan buah dari kerja keras, pengorbanan, dan semangat kebersamaan seluruh umat.

“Tidak ada hal besar yang jatuh begitu saja dari langit. Orang harus bekerja, membanting tulang, dan mencucurkan keringat untuk memperoleh hasil. Gereja hanya akan bertumbuh jika umatnya mau berjalan dan bekerja bersama,” pesan Uskup.

Mgr. Hilarion Datus Lega bersama Pastor Paroki dan pastor konselebran pada perayaan Syukur HUT ke-4 Paroki St. Laurensius

Ia pun mengajak seluruh umat untuk terus menghidupi semangat sinodalitas melalui Komunio (persaudaraan), Partisipasi (keterlibatan aktif), dan Misi (kesediaan diutus).

Selain itu, umat juga diingatkan agar bijaksana menggunakan media digital serta waspada terhadap maraknya penyebaran informasi palsu dan berbagai bentuk penipuan daring.

Syukur yang Diwujudkan dalam Kebersamaan
Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Mgr. Hilarion Datus Lega sebagai ungkapan syukur atas perjalanan empat tahun Paroki Santo Laurentius Wasior.

Pastor Paroki menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba

Pastor Paroki, RP. Yustinus Edi Purwanto, CM, turut memberikan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Paroki. Suasana semakin semarak dengan penampilan puisi serta tarian khas yang dibawakan oleh adik-adik Putra-Putri Altar (Misdinar).

Perayaan syukur ini juga dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama yang diwakili oleh Asisten III Setda, Bapak Puspla Kabiay, S.Sos., M.Si., bersama para tamu undangan lainnya.

Bapak Uskup memotong tumpeng HUT Ke-4 Paroki St. Laurensius Wasior

Empat tahun memang merupakan usia yang masih muda bagi sebuah paroki. Namun, perjalanan ini menjadi fondasi yang kokoh untuk terus bertumbuh sebagai Gereja yang hidup, berakar dalam iman, setia dalam pengorbanan, dan berbuah dalam pelayanan.

Selamat Ulang Tahun ke-4 Paroki Santo Laurentius Wasior. Semoga senantiasa menjadi Gereja yang semakin teguh dalam iman, kuat dalam pengorbanan, dan setia mewartakan kasih Kristus bagi semua.
Kontributor: Komsos Paroki St. Laurensius Wasior