Suster SPM Rayakan 25 Tahun Misi di Keuskupan Manokwari-Sorong

12

MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG — Kongregasi Suster-Suster SPM merayakan 25 tahun karya misi di Keuskupan Manokwari-Sorong melalui Perayaan Ekaristi syukur yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Kristoforus Prafi, Selasa (26/5/2026). Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan para suster dalam bidang pendidikan, kesehatan, pastoral, dan sosial kemasyarakatan di Tanah Papua.

Perayaan syukur 25 tahun misi para Suster SPM di Keuskupan Manokwari-Sorong (26/5/2026)

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Y. Nugroho TS,  Pr sebagai selebran utama bersama para imam konselebran, yakni Rm. Thomas Suparno, CM, Rm. Markus Malar, OSA, Rm. Dominikus, OSA, dan Rm. Philip Sedik, OSA.

Sekitar 200 umat hadir dalam perayaan tersebut. Mereka berasal dari umat Paroki Santo Kristoforus Prafi, berbagai paroki di wilayah Manokwari, serta para karyawan dan karyawati karya pelayanan SPM dari Prafi, Masni, hingga Tambrauw. Seusai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama di aula paroki.

Dalam homilinya, Rm. Nugroho mengajak umat untuk merenungkan peran Bunda Maria, khususnya dalam peristiwa perkawinan di Kana, sebagai teladan pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.

Pada kesempatan tersebut, Provinsial SPM Probolinggo, Sr. M. Divina Pratyahastri, SPM, membagikan refleksi mengenai perjalanan misi Kongregasi SPM di Papua. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kesetiaan Allah yang menyertai karya pelayanan para suster selama seperempat abad.

“Hari ini hati kita dipenuhi sukacita. Kita berkumpul bukan hanya mengenang perjalanan waktu, tetapi merayakan kesetiaan Allah yang tak pernah putus. Kita menandai tonggak sejarah 25 tahun karya misi Suster-Suster SPM di Tanah Papua,” ungkapnya.

Sr. Divina menjelaskan bahwa kehadiran Kongregasi SPM di Papua berangkat dari semangat perutusan Gereja untuk menghadirkan kasih Allah melalui hidup doa, puasa, dan karya belas kasih rohani maupun jasmani, terutama dalam bidang pembinaan dan pendidikan.

Ia juga mengenang para suster perintis yang pertama kali datang ke Papua, yakni Sr. Francis, Sr. Virgini, dan Sr. Lydia. Menurutnya, para suster datang bukan membawa misi pribadi, melainkan menjalankan perutusan Kongregasi dan Gereja.

“Benih-benih kasih, pendidikan, kesehatan, pendampingan iman, dan sosial kemasyarakatan yang ditabur selama ini kini telah tumbuh dan berbuah,” katanya.

Resepsi 25 tahun misi suster SPM di Keuskupan Manokwari-Sorong

Lebih lanjut, Sr. Divina menegaskan bahwa perayaan 25 tahun ini juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi sejauh mana karya Kongregasi SPM sungguh menjawab kebutuhan Gereja dan masyarakat Papua.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada para imam, umat, masyarakat Papua, para donatur, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung karya misi SPM. Ucapan khusus juga diberikan kepada para suster yang telah mengabdikan diri di Papua, di antaranya Sr. Dr. Francis, SPM, Sr. Laurentia, serta para suster yang kini berkarya di Prafi dan Tambrauw.

“Kami bersyukur atas kesetiaan, ketangguhan, dan kerelaan hati para suster dalam memeluk perutusan ini, terutama dalam menjawab keprihatinan kemanusiaan di Papua,” tuturnya.

Sementara itu, Sr. Theodora turut membagikan pengalaman mengenai perjalanan pelayanan SPM di Papua, karya-karya yang masih dijalankan hingga saat ini, serta harapan agar umat dan masyarakat terus mendukung pelayanan Gereja di wilayah Prafi dan sekitarnya.

Pesan dan sambutan dari Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong turut disampaikan oleh Rm. Philip Sedik, OSA.

Perayaan syukur 25 tahun misi SPM di Papua ini juga dirangkaikan dengan suasana menyongsong Hari Raya Kongregasi SPM pada 31 Mei mendatang, yakni Pesta Maria Mengunjungi Elisabet. Menurut Sr. Divina, semangat pelayanan SPM di Papua mencerminkan semangat Maria yang bergegas membawa sukacita dan pelayanan bagi sesama.

Momentum tersebut sekaligus menjadi jembatan menuju perayaan besar 100 tahun kehadiran Kongregasi SPM di Indonesia yang akan diperingati pada 11 Oktober mendatang.

“Mari kita songsong 100 tahun kehadiran Kongregasi SPM di Indonesia dengan hati yang terus berkobar untuk melayani, mendampingi, dan memanusiakan sesama demi kemuliaan Allah yang lebih besar,” pungkasnya.

(P. Frans Katino, Pr – Komsos KMS)