SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Keuskupan Manokwari-Sorong, melalui Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Manokwari-Sorong, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas 25 tahun karya misi para Suster SPM yang telah mengabdikan diri dalam pelayanan pastoral, pendidikan, kesehatan, dan karya kemanusiaan di tanah Papua sejak tahun 2001 hingga 2026.
Dalam ungkapannya, Uskup menyampaikan apresiasi mendalam atas kesetiaan dan dedikasi para Suster SPM yang telah hadir dan berkarya di berbagai wilayah pelayanan di Keuskupan Manokwari-Sorong, khususnya di Paroki Prafi, Masni, hingga wilayah Fef dan Iwin, Kabupaten Tambrauw.
“Atas nama Keuskupan Manokwari-Sorong, secara khusus atas nama ketiga paroki; Prafi, Masni, dan Fef, saya menyampaikan banyak terima kasih. Saya tidak sedikit pun ragu ketika ada perluasan sayap karya SPM, mula-mula di Masni dan kemudian meluas sampai Iwin di Fef,” ungkap Uskup (25/5/2026).
Menurutnya, kehadiran para Suster SPM menjadi tanda kasih Allah yang nyata bagi umat dan masyarakat Papua. Berbagai karya pelayanan yang dikembangkan dinilai telah memberi dampak besar bagi kehidupan Gereja maupun masyarakat luas.
Uskup juga mengapresiasi berbagai karya alternatif yang dikembangkan atas prakarsa para suster, termasuk pelayanan sosial dan kemanusiaan yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
“Terima kasih atas personalia yang luar biasa hebat, seperti antara lain Sr. Dokter Frances SPM dan para suster lainnya yang telah mempersembahkan hidup bagi pelayanan,” lanjutnya.
Dalam pesan reflektifnya pada momentum Pesta Perak 25 tahun karya misi SPM di tanah Papua, Uskup menyampaikan tiga harapan penting bagi seluruh anggota kongregasi.
Pertama, ia berharap agar spiritualitas Santa Perawan Maria tetap menjadi sumber inspirasi dan terus dihayati dalam kehidupan serta pelayanan para suster.
“Kita berharap semoga keteladanan spiritualitas Santa Perawan Maria tetap berkanjang dihayati dalam seluruh karya pelayanan,” katanya.
Kedua, Uskup mengingatkan pentingnya kesetiaan dalam pelayanan dengan mengutip pesan inspiratif dari Mother Teresa.
“Ibu Teresa dari Kalkuta pernah mengatakan, ‘Tuhan tidak pernah meminta Anda sukses dalam karya. Dia meminta Anda setia.’ Betapa benar kata-kata itu, sebab beliau sendiri menghidupinya,” ungkap Uskup.
Ketiga, Uskup menegaskan bahwa aneka karya pelayanan para Suster SPM di Keuskupan Manokwari-Sorong merupakan kontribusi yang sangat besar dan berharga bagi perkembangan Gereja di tanah Papua.
Ia juga mengutip pandangan Ignatius Suharyo mengenai pentingnya Gereja yang hadir dan terlibat dalam kehidupan masyarakat melalui karya nyata yang menyentuh umat kecil dan mereka yang membutuhkan.
Perayaan 25 tahun karya misi Suster SPM di Keuskupan Manokwari-Sorong yang dirayakan di Gereja Paroki St. Kristoforus Prafi, menjadi momentum syukur atas perjalanan pelayanan yang penuh dedikasi, sekaligus harapan agar semangat misioner terus hidup dan berkembang di Tanah Papua.





