Renungan Harian: Misericordia Domini

93

Renungan Harian Komsos KMS, 19 April 2026
Minggu Paskah III – Misericordia Domini
Bacaan: Kis 2:14.22-23; 1Ptr 1:17-21; Luk 24:13-35

Allah yang kita imani adalah Allah yang setia. Ia tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri dalam ketidakpastian. Sekalipun kita sering jatuh, menjauh, bahkan meninggalkan-Nya, kasih dan kesetiaan-Nya tidak pernah berkurang. Ia terus mendampingi, merangkul, dan menuntun kita dengan penuh kelembutan. Tidak sedetik pun Ia meninggalkan kita.

Pada Minggu Paskah ketiga ini, Gereja mengajak kita merenungkan Misericordia Domini—belas kasih dan kesetiaan Tuhan yang tak terbatas. Kasih itu nyata dalam diri Yesus Kristus, yang hadir, menyapa, dan memulihkan manusia yang terluka dan kehilangan arah.
Pengalaman para murid setelah wafatnya Yesus menggambarkan situasi manusiawi kita.

Mereka mengalami kesedihan mendalam, kehilangan harapan, dan arah hidup. Figur yang menjadi pegangan mereka telah tiada. Dalam kegalauan itu, mereka memilih kembali ke kehidupan lama—ke zona nyaman yang pernah mereka tinggalkan.

Namun, Tuhan tidak tinggal diam. Ia datang dan menjumpai mereka. Dalam kisah perjalanan ke Emaus, Yesus hadir sebagai sahabat seperjalanan. Ia berjalan bersama mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, lalu perlahan membuka pikiran dan hati mereka akan makna Kitab Suci. Hingga akhirnya mereka menyadari: Tuhan sebenarnya tidak pernah meninggalkan mereka.

“Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan?” (Luk 24:32).

Perjumpaan itu mengubah segalanya. Dari hati yang putus asa menjadi hati yang berkobar. Dari ketakutan menjadi keberanian. Dari kebingungan menjadi kepastian iman. Para murid bangkit dan kembali menjalankan perutusan mereka dengan penuh semangat, bahkan di tengah tantangan dan penderitaan.
Inilah wajah misericordia Domini—kasih setia Allah yang memulihkan, menguatkan, dan mengutus kembali.

Dalam kehidupan kita pun, sering kali kita mengalami “Emaus-Emaus” kita sendiri: saat-saat kehilangan, kekecewaan, kegagalan, dan kebingungan. Namun hari ini kita diingatkan: Tuhan selalu berjalan bersama kita, meski kita tidak selalu menyadarinya.
Karena itu, kita diajak untuk: Percaya akan kesetiaan Tuhan dalam segala situasi.
Membuka hati untuk mendengarkan sabda-Nya. Bangkit dari keterpurukan dan kembali pada panggilan hidup kita Menjadi saksi kasih Tuhan bagi sesama.

Selamat Hari Minggu Misericordias Domini. Tetaplah percaya, sebab kasih setia Tuhan tidak pernah berkesudahan.

Tuhan memberkati. Ave Maria.