
MANOKWARI, KOMSOSKMS.ORG – “Bila kita saling berkumpul, di dalam Tuhan; Kristus ada di tengah kita, kita jadi Gereja.” Demikian lagu tersebut diulang-ulang dalam Pertemuan pendamping SEKAMI atau Pembina Iman Anak dan Remaja paroki-paroki se TPW Manokwari di Paroki St Laurentius Wasior yang berlangsung sejak Jumat 17 April sampai Minggu 19 April 2026 yang lalu.

Pertemuan ini adalah yang pertama dari tiga kali pertemuan pendamping yang direncanakan di sepanjang tahun 2026. Ketiganya berkisar pada hal menanamkan semangat sinodalitas Gereja sejak dini pada anak dan remaja, persekutuan, keterlibatan, dan perutusan. Yang pertama ini dimulai dengan membahas communio sebagai bentuk pertama sinodalitas Gereja, Anak dan Remaja Misioner: Satu Iman, Satu Baptisan, Satu Perutusan.
Communio
Pertemuan ini dimulai dengan evaluasi bersama pelaksanaan bina iman anak dan remaja di paroki masing-masing sejak temu perdana pendamping iman anak dan remaja di Prafi pada November 2025 yang lalu. Evaluasi bukan lagi mendengarkan keluhan-keluhan, tetapi meletakkan saat-saat syukur karena Tuhan panggil kita semua untuk berperan dalam membentuk Gereja masa depan, melalui pelayanan masa kini bagi anak dan remaja di Paroki masing-masing. Diingatkan kembali bahwa SEKAMI jauh lebih besar dan luas daripada sekedar sekolah Minggu. Sesuai dengan semangat sejarah pendiriannya, SEKAMI didirikan oleh Mgr. Charles de Forbin Janson pada 19 Mei 1843 untuk mempersatukan anak seluruh dunia dalam solidaritas misioner menghadirkan Kerajaan Allah. Dengan semangat 2D2K dan Anak bantu anak (Children Helping Children), SEKAMI bergerak bersama dengan Serikat Kepausan Pengembangan Iman, Pengembangan Panggilan, dan Persekutuan Misioner untuk menanamkan, memupuk, dan mengembangkan semangat misioner.

Pengalaman Gereja perdana menjadi penerang dari evaluasi bersama dalam semangat Paskah. Mereka yang berkumpul karena percaya berhimpun dalam pengajaran para rasul, bergiliran memecah roti dari rumah ke rumah dan berdoa, bersekutu sebagai satu paguyuban, saling melayani dan berbagi, serta memberi kesaksian kepada siapa saja dalam cara hidup yang penuh sukacita karena iman.

Dengan pertemuan bersama di Wasior ini, para pendamping diajak untuk mengalami sinodalitas sebagai pengalaman nyata. Untuk sampai ke Wasior ini, misalnya, masing-masing harus menciptakan waktu, meninggalkan sejenak kesibukan pribadi dan rutinitas keluarga, menempuh perjalanan yang cukup panjang, supaya bisa berjumpa dengan pendamping yang lain untuk menyegarkan semangat pembinaan dan belajar bersama. Dengan pengalaman ini, para pendamping dapat menjelaskan seperti apakah semangat sinodalitas Gereja, persekutuan, dan keberanian bermisi kepada anak dan remajanya masing-masing.
Bukit Aitumieri
Teluk Wondama memiliki tempat bersejarah pertumbuhan misi Kristen di bukit Aitumieri. Para pendamping berkesempatan juga untuk mengadakan penyegaran dan belajar dengan berkunjung ke Batu Peradaban dan berjalan naik ke puncak bukit Inspirasi. Dari pengalaman berjalan naik ke gunung ini pun, para pendamping diajak untuk menghayati sinodalitas Gereja. Ada pengalaman di mana Gereja memang harus dihayati dengan saling menguatkan dalam perjalanan, dalam semangat kemuridan, mengatasi batas-batas kelemahan, serta menjajagi pilihan-pilihan bermisi yang baru.

Selanjutnya, pertemuan dikemas dalam bentuk workshop pembuatan modul pembinaan SEKAMI. Para pendamping membagi diri dalam kelompok-kelompok acak, kemudian membuat bahan bina iman untuk bulan Mei dan Juni. Gagasan pokoknya adalah menanamkan semangat kesatuan Gereja untuk anak dan remaja melalui momen-momen misioner pada bulan Mei dan Juni. Bulan Mei ditandai dengan suasana Paskah, Hari Minggu Komunikasi, Kenaikan Tuhan, dan Pentakosta. Sementara bulan Juni ditandai dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Bulan Mei dan Juni juga akan diwarnai dengan gerak OMK menerima salib IYD di TPW Manokwari.
Pembina SEKAMI tidak pernah khawatir kekurangan bahan pendampingan. Namun, ada hal-hal yang memang harus dipilih dan dipilah supaya mengena dan bermakna bagi anak-anak. Komposisi bahan pembinaan setiap bulan diharapkan mencakup edukasi kerygmatik, formatio pembentukan sikap-sikap baik anak Katolik, refleksi sesuai kemampuan penalaran, selebrasi iman bersama, dilengkapi dengan satu dua aksi bersama untuk memberi pengalaman-pengalaman perutusan nyata bagi anak dan remaja. Tidak lupa, para pendamping juga saling berbagi animasi misioner, dalam berbagai bentuk lagu, tepuk, dan bahan penyemangat pembinaan.
Apa yang sudah direncanakan sebagai bahan-bahan modul, kemudian dipraktekkan bersama dengan mengundang kehadiran anak dan remaja paroki St Laurentius Wasior. Kurang lebih 40 anak dan 40 remaja/misdinar berkumpul bersama dan berdinamika bersama 47 pendamping yang berkumpul bersama. Setelah pelatihan, bahan masih dievaluasi lagi dan diselaraskan untuk kemudian dibagikan sebagai oleh-oleh pembelajaran bagi pendamping paroki masing-masing.
Sinodalitas
Para pendamping pulang dengan sukacita perutusan. Rm Edy Purwanto CM bersama Dewan Paroki dan para pendamping SEKAMI berbagai paroki dengan semangat dan keramahan yang luar biasa. Dua malam menginap di Wasior dan dua malam perjalanan di kapal tidak terasa lagi dibandingkan sukacita pengalaman yang didapatkan. Dan memang inilah tujuan dari penyegaran-penyegaran bagi para pembina SEKAMI TPW Manokwari ini. Supaya semangat sinodalitas Gereja, persekutuan, keberanian untuk bermisi yang menjadi pengalaman nyata para pendamping, disampaikan sebagai kesaksian bagi anak dan remajanya masing-masing.
Setelah pertemuan pertama ini, akan ada Pertemuan Pembina SEKAMI 2 di Prafi, dan Pertemuan Pembina SEKAMI 3 di Agustinus. Khusus untuk pertemuan di Prafi, direncanakan pula ikut serta kehadiran remaja – misdinar paroki-paroki se TPW Manokwari. Di antara waktu-waktu tersebut, para pendamping akan berusaha memastikan terjadinya pembinaan-pembinaan iman yang makin baik, dengan bahan dan persiapan yang baik. Karena pelayanan bina iman anak dan remaja yang baik hari ini, akan memastikan masa depan yang baik bagi Gereja Katolik Keuskupan Sorong Manokwari ini.***
Kontribusi: Tim Pembina SEKAMI TPW Manokwari




