Syukur Ulang Tahun ke-70 Mgr. Hilarion Datus Lega dan Perutusan OMK: Momen Menyalakan Energi Baru untuk Gereja

13
Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin perayaan Ekaristi syukur ulang tahun yang ke-70 (21/10/2026).

SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Perayaan penuh khidmat dan sukacita mewarnai Rumah Keuskupan Manokwari-Sorong, Rabu (21/10/2026). Umat berkumpul dalam perayaan Ekaristi Kudus untuk mengucap syukur atas ulang tahun ke-70 Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega. Misa syukur ini terasa kian istimewa karena dirangkaikan dengan misa Perutusan bagi Orang Muda Katolik (OMK) yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan live in dalam ajang Pra-Indonesian Youth Day (IYD) 2026 di Sorong.

Mgr. Hilarion Datus Lega memimpin perayaan Ekaristi syukur ulang tahun yang ke-70 (21/10/2026).

Perayaan liturgis tersebut dihadiri oleh belasan imam, para biarawan-biarwati, para tamu undangan, serta ratusan kaum muda Katolik peserta Pra-IYD. Kehadiran OMK yang memadati area perayaan membawa warna dan semangat tersendiri, menjadikan momen ulang tahun Sang Gembala sebagai perjumpaan iman antargenerasi yang penuh kehangatan.

Bagi Uskup Datus, perayaan kali ini terasa sangat berkesan karena dihadiri oleh begitu banyak umat, khususnya kaum muda yang menjadi tulang punggung Gereja.
​Dalam khotbahnya, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak seluruh umat yang hadir untuk senantiasa menaikkan rasa syukur kepada Tuhan. Menurutnya, usia dan kehidupan yang dihayati hingga saat ini merupakan murni anugerah dan rahmat dari Sang Pencipta.

Memasuki usia 70 tahun, Uskup Datus menegaskan pentingnya melihat perjalanan waktu sebagai kesempatan untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan, tanpa kehilangan semangat untuk melayani sesama.
​

Dalam khotbahnya, Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak seluruh umat untuk senantiasa menaikkan rasa syukur kepada Tuhan. Menurutnya, usia dan kehidupan yang dihayati hingga saat ini merupakan murni anugerah dan rahmat dari Sang Pencipta.

Mengutip Kitab Mazmur 90:10, Uskup Datus mengingatkan bahwa hidup manusia pada hakekatnya adalah sebuah ziarah panjang. Dalam perjalanan tersebut, dinamika kehidupan, cobaan, serta lika-liku tantangan akan senantiasa melingkupi setiap langkah manusia. Namun, ia menegaskan bahwa proses perjuangan itulah yang membentuk kedewasaan iman, sehingga setiap orang yang bertahan dan terus melangkah bersama Tuhan akan keluar sebagai pemenang kehidupan.
​
Menyoroti Misa Perutusan OMK, Uskup Datus secara khusus berpesan agar dinamika pembinaan yang didapat selama Pra-IYD tidak berhenti begitu saja seiring usainya kegiatan live in. Hidup harus terus berproses dan bergerak maju. Pengalaman berharga yang diperoleh selama tinggal dan berbaur bersama umat, diharapkan menjadi modal spiritual dan sosial yang berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

​”Anak-anak Gereja masa kini, kamu adalah harapan Gereja,” tegas Mgr. Hilarion Datus Lega di hadapan ratusan OMK yang mendengarkan dengan penuh perhatian. “Peran kaum muda tidak hanya penting untuk masa depan, tetapi juga sangat krusial bagi kehidupan Gereja pada masa sekarang. Oleh karena itu, sekembalinya ke daerah dan komunitas masing-masing, kaum muda diminta untuk semakin giat berpartisipasi serta mengambil bagian secara aktif,” kata Mgr. Datus.

​Lebih lanjut, Gembala Keuskupan Manokwari-Sorong ini mendorong OMK untuk berani melangkah dan membangun kebersamaan serta jejaring kerja sama yang luas. Meskipun perjalanan mengarungi zaman sering kali dirasa tanpa bekal yang cukup, kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh akan saling menguatkan. Proses kehidupan yang kaya ini diharapkan mampu menyatukan seluruh orang muda dalam ziarah iman yang sama demi mewujudkan kebaikan bersama.
​
Uskup Datus juga berpesan agar kaum muda Katolik hadir dan tumbuh menjadi “terang” di tengah masyarakat. Bukan sekadar terang yang bersinar biasa-biasa saja, melainkan terang yang membawa dampak nyata, pancaran kasih, serta kehangatan bagi lingkungan sekitarnya. Untuk mencapai hal tersebut, kaum muda harus memiliki dan menyalakan energi baru dalam jiwa mereka, energi positif yang bersumber dari iman dan pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.

Pada moment HUT ke-70 yang dihadiri para peserta Pra IYD, Uskup mendorong OMK untuk berani melangkah dan membangun kebersamaan serta jejaring kerja sama yang luas.

Dua peristiwa penting yang dirayakan secara bersamaan dalam Ekaristi ini menyatukan dua makna mendalam: ucapan syukur atas rahmat usia dan pengutusan energi baru kaum muda. Sinergi antara keteladanan kepemimpinan rohani Uskup yang berpengalaman dan semangat membara dari generasi muda menjadi modal berharga bagi gerak langkah Keuskupan Manokwari-Sorong ke depan dalam mengarungi dinamika zaman.
​
Perayaan Ekaristi pun ditutup dengan nada penuh rasa terima kasih kepada Tuhan atas segala rahmat kehidupan yang telah dicurahkan. Para peserta Pra-IYD melangkah pulang meninggalkan lokasi dengan semangat baru, siap menjadi saksi Kristus yang aktif, saling membantu, dan memperkaya kehidupan bermasyarakat di tempat pelayanan mereka masing-masing.*