Renungan Harian: Kaya di Hadapan Allah

206

Renungan Harian
Minggu, 03 Agustus 2025
Minggu Pekan Biasa XVIII
Bacaan Injil: Lukas 12:13–21

“Kaya di Hadapan Allah”

Dalam hidup ini, kita sering terjebak dalam pencapaian-pencapaian duniawi. Kita bekerja keras untuk memperoleh harta, kenyamanan, kekuasaan, status sosial, dan berbagai prestasi.

Tetapi, pernahkah kita bertanya: apakah semua itu akan bertahan selamanya? Apakah semua yang kita perjuangkan ini akan tetap kita miliki saat ajal menjemput?

Yesus hari ini memberikan peringatan keras melalui perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh. Ia telah mengumpulkan begitu banyak hasil panen, membangun lumbung-lumbung besar, dan berkata pada dirinya sendiri: “Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah.” Tapi, malam itu juga, nyawanya diambil. Dan semua yang ia kumpulkan menjadi sia-sia.

Yesus tidak pernah melarang kita untuk bekerja atau memiliki harta. Bahkan, dalam banyak kesempatan, Ia memuji hamba yang setia dan rajin mengelola talenta. Tetapi Yesus menegaskan bahwa kekayaan duniawi bukanlah tujuan akhir. Kekayaan sejati adalah kekayaan di hadapan Allah — kekayaan yang tidak bisa dicuri, tidak bisa rusak, dan tidak akan habis oleh waktu.

Renungan hari ini mengajak kita untuk memeriksa kembali orientasi hidup kita. Apakah segala aktivitas, pekerjaan, dan perjuangan kita saat ini hanya demi dunia ini saja? Atau sudahkah semuanya kita arahkan sebagai sarana untuk bersatu dengan Allah?

Tuhan tidak membenci dunia. Justru Ia menciptakan dunia ini agar kita bertumbuh di dalamnya. Tapi dunia ini bukan tujuan. Dunia hanyalah jalan, tempat kita belajar mencintai, tempat kita menempa diri, dan tempat kita menanam benih untuk kehidupan kekal.

Maka, bekerjalah dengan sungguh, tapi jangan melupakan doa. Milikilah harta, tapi jangan dijerat oleh keserakahan. Kejarlah prestasi, tapi jangan lupakan belas kasih. Bangun hidup yang seimbang antara dunia dan surga.

Sebab, sebagaimana sabda Yesus: “Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk 12:21)

Mari kita berjuang untuk menjadi orang-orang yang kaya di hadapan Allah. Kaya dalam kasih. Kaya dalam iman. Kaya dalam amal. Sebab hanya itulah yang akan kita bawa saat meninggalkan dunia ini.

Selamat Hari Minggu! Tuhan memberkati dan Ave Maria!