Renungan Harian: Kasih Menjadi Dasar Kehidupan Bersama

2

RENUNGAN HARIAN Minggu, 25 Oktober 2026 Hari Minggu Biasa XXX

Bacaan I: Kel. 22:21-27 || Bacaan II: 1Tes. 1:5c-10 || Bacaan Injil: Mat. 22:34-40

Kasih Menjadi Dasar Kehidupan Bersama

Kita hidup di tengah masyarakat yang beragam, dengan perbedaan suku, budaya, pendapat, dan kepentingan. Perbedaan ini seharusnya menjadi kekayaan, bukan alasan untuk saling merendahkan, menyingkirkan, atau menyakiti. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, kita masih menyaksikan ketidakadilan, konflik, sikap intoleran, dan kurangnya kepedulian terhadap mereka yang lemah dan menderita.

Bacaan pertama mengingatkan umat Israel agar tidak menindas orang asing, tidak memperlakukan janda dan yatim piatu secara tidak adil, serta tidak mengambil keuntungan dari penderitaan sesama. Sementara itu, dalam Injil, Yesus menegaskan dua hukum utama: mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Kedua hukum ini tidak dapat dipisahkan. Kasih kepada Allah harus nyata dalam sikap dan tindakan kita terhadap sesama, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersisih.

Santo Paulus, dalam bacaan kedua, memberi teladan tentang iman yang hidup dan menjadi kesaksian bagi orang lain. Demikian pula, iman kita tidak cukup hanya diungkapkan melalui doa, ibadat, dan kata-kata saleh. Iman harus diwujudkan dalam kejujuran, keadilan, pengampunan, kepedulian, dan keberanian membela martabat manusia.

Di tengah kehidupan sekarang, ketika perbedaan mudah memicu pertentangan dan kepentingan pribadi sering mengalahkan kepentingan bersama, kita dipanggil untuk menjadikan kasih sebagai dasar setiap keputusan dan tindakan. Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan pilihan nyata untuk menghormati sesama, menolak penindasan, melawan ketidakadilan, dan membangun perdamaian mulai dari keluarga, lingkungan, Gereja, hingga masyarakat.

Marilah kita bertanya: Apakah kasih kepada Allah sungguh tampak dalam cara kita memperlakukan sesama? Semoga hidup kita menjadi kesaksian bahwa hukum kasih bukan sekadar ajaran, melainkan jalan menuju kehidupan bersama yang lebih manusiawi, adil, dan damai.

Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati dan Ave Maria!