RENUNGAN HARIAN, Sabtu, 12 September 2026
Bacaan I: 1Kor 10:14-22a
Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13.17-18
Bacaan Injil: Luk 6:43-49
Jangan Mendua Hati
Dewasa ini, penyembahan berhala tidak selalu hadir dalam bentuk patung atau benda-benda tertentu. Berhala dapat hadir secara lebih halus dalam kehidupan kita. Ketika uang dan kekayaan menjadi tujuan utama hingga kita mengabaikan Allah dan sesama, kita telah menjadikan kekayaan sebagai berhala. Ketika jabatan dan kekuasaan lebih diutamakan daripada kebenaran dan nilai-nilai Injili, kita pun sedang mempertuhankan sesuatu selain Allah.
Berhala adalah segala sesuatu yang mengambil tempat Allah dalam hati kita.
Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan umat di Korintus agar menjauhkan diri dari penyembahan berhala. Bagi Paulus, iman kepada Kristus tidak dapat dicampuradukkan dengan pemujaan terhadap yang lain. Kristus telah memberikan diri-Nya bagi keselamatan kita. Karena itu, penyembahan dan persembahan hidup kita seharusnya tertuju hanya kepada-Nya.
Dalam Injil, Yesus mengingatkan bahwa setiap pohon dikenal dari buahnya. Demikian pula iman seseorang dapat dikenali dari buah kehidupannya. Orang yang sungguh percaya kepada Kristus bukan hanya pandai mengucapkan nama-Nya, tetapi juga mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakannya.
Mungkin kita rajin berdoa dan mengikuti Perayaan Ekaristi, tetapi apakah hidup kita sudah menghasilkan buah kasih, kejujuran, pengampunan, kerendahan hati, kepedulian, dan keadilan? Jangan sampai bibir kita mengaku percaya kepada Kristus, tetapi hati kita justru diperintah oleh uang, kekuasaan, gengsi, popularitas, atau kepentingan pribadi.
Yesus menghendaki agar kita bukan hanya mendengarkan Sabda-Nya, melainkan membangun hidup di atas Sabda itu. Seperti orang yang membangun rumah di atas dasar yang kokoh, demikianlah hidup kita harus berakar pada Kristus. Ketika badai kehidupan datang, iman yang dibangun di atas-Nya tidak mudah runtuh.
Jika ada sesuatu yang mulai mengambil tempat Allah dalam hidup kita, marilah kita berani melepaskannya. Sebab hanya Allah yang layak menjadi pusat kehidupan kita.
Jangan mendua hati. Dengarkan Sabda-Nya, lakukanlah, dan biarkan iman kita menghasilkan buah dalam kehidupan.
Tuhan memberkati. Ave Maria!





