Renungan Harian: “Domba-Domba yang Mengenal Suara Tuhan”

41

Renungan Harian – Selasa, 28 April 2026

Bacaan: Kis 11:19-26; Yoh 10:22-30

Iman yang sejati berakar pada kepercayaan. Tidak semua hal tentang Allah dapat sepenuhnya dipahami oleh akal budi manusia. Keterbatasan kita seringkali membuat kita ingin melihat bukti yang jelas sebelum percaya. Namun, iman justru menuntut kita untuk melangkah lebih jauh: percaya, bahkan ketika belum sepenuhnya mengerti.

Dalam Injil hari ini, Yesus berhadapan dengan orang-orang Yahudi yang menuntut kepastian tentang siapa diri-Nya. Mereka ingin penjelasan yang tegas agar bisa percaya. Tetapi Yesus menegaskan bahwa sebenarnya Ia sudah menunjukkan jati diri-Nya melalui karya dan mukjizat yang Ia lakukan. Masalahnya bukan pada kurangnya bukti, melainkan pada hati yang tidak percaya.

Yesus berkata, “Kalian tidak percaya, sebab kalian tidak tergolong domba-domba-Ku.” Sebaliknya, mereka yang menjadi domba-Nya akan mendengarkan suara-Nya, mengenal-Nya, dan mengikuti-Nya dengan setia. Di sinilah letak iman: relasi yang hidup dengan Tuhan, bukan sekadar pemahaman intelektual.

Seringkali dalam hidup, kita pun bersikap seperti orang-orang Yahudi itu. Kita menuntut tanda, kejelasan, bahkan kepastian sebelum mau percaya. Padahal, Tuhan sudah berkarya dalam hidup kita—melalui pengalaman, berkat, bahkan melalui orang-orang di sekitar kita. Namun, jika hati kita tertutup, semua itu tidak akan pernah cukup.

Sebaliknya, orang yang sungguh percaya akan tetap setia, bahkan ketika tidak melihat secara langsung. Ia percaya bahwa Tuhan selalu menyertai, membimbing, dan menjaga hidupnya. Seperti sabda Yesus, “Aku memberi mereka hidup yang kekal, dan mereka tidak akan binasa.”

Maka, marilah kita membangun iman yang teguh kepada Yesus. Percaya bukan berarti kita mengerti segalanya, tetapi kita bersandar sepenuhnya kepada Dia yang adalah kebenaran. Ketika kita sungguh percaya, Tuhan sendiri akan menuntun akal budi kita untuk semakin memahami misteri kasih-Nya.

Karena itu, tetaplah mendengarkan suara Tuhan dalam hidup kita, dan setia mengikuti-Nya setiap hari. Sebab, bersama-Nya, kita tidak akan pernah tersesat.

Tuhan memberkati dan Ave Maria.