
SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Manokwari-Sorong menggelar Konferensi Daerah (KONFERDA) VI sebagai upaya memperkuat peran perempuan Katolik dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan.

KONFERDA VI ini dihadiri sejumlah narasumber, antara lain Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega, Presidium DPP WKRI Ibu Elly Kusmawati Handoko, Wakil Ketua DPR Papua Barat Daya Ibu Anneke Lieke Makatuuk, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya Dr. Anace Nauw, S.H., M.H.
Dibuka dengan Perayaan Ekaristi
Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega bersama para imam konselebran. Dalam homilinya, Uskup menegaskan pentingnya menghadirkan Tuhan dalam setiap karya dan pelayanan.
“Kita harus meyakinkan diri betapa pentingnya menyertakan Tuhan dalam setiap kinerja dan pelayanan. Bacaan hari ini menegaskan pentingnya pertobatan untuk mengimani kebangkitan Tuhan. Yesus adalah Gembala Baik yang mengenal domba-domba-Nya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya relasi pribadi dengan Kristus sebagai dasar pelayanan. “Dari pihak kita, kita perlu mengenal Sang Gembala, agar ada keseimbangan dalam hidup dan pelayanan, serta mampu mengaktualisasikan diri sesuai kehendak Tuhan,” lanjutnya.
Evaluasi dan Arah Baru Organisasi
Dalam sambutannya, Ketua Presidium DPP WKRI, Ibu Elly Kusmawati Handoko, menjelaskan bahwa KONFERDA memiliki tiga tujuan utama, yakni evaluasi, perencanaan, dan regenerasi kepemimpinan.
“Ada tiga tujuan utama dalam KONFERDA ini, yaitu meminta pertanggungjawaban pengurus yang sedang menjabat, menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta memilih pimpinan baru yang mampu menjalankan program yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Harapan dari Pemerintah Daerah
Wakil Ketua DPR Papua Barat Daya, Ibu Anneke Lieke Makatuuk, berharap WKRI dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Saya berharap WKRI menjadi garam dan terang dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Perempuan Katolik diharapkan mampu menjadi inspirasi, tampil berani, bermartabat, serta menghadirkan gagasan-gagasan yang membangun,” ujarnya.

Pesan Persatuan dan Spirit Pelayanan
Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Manokwari-Sorong, Ibu Matilda Ribo, mengajak seluruh anggota untuk tetap solid dalam menjalankan tugas pelayanan.
“Tetaplah kompak dan solid, karena ini adalah tugas mulia seorang perempuan yang tidak tergantikan. Kita percaya bahwa dalam pelayanan ini selalu ada berkat Tuhan. Dengan semangat Santa Anna, kita percaya akan penyelenggaraan rahmat Tuhan dalam hidup kita,” pesannya.
Ruang Refleksi dan Penguatan Pelayanan
KONFERDA VI juga menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai karya pelayanan yang telah dijalankan. Program-program di bidang sosial, pendidikan, dan pastoral menjadi bukti nyata kehadiran WKRI di tengah umat.

Dalam suasana terbuka, para peserta turut menyampaikan gagasan, masukan, dan harapan demi kemajuan organisasi ke depan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan serta memperbarui semangat pelayanan perempuan Katolik di Keuskupan Manokwari-Sorong.




