SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Semangat persaudaraan, pelayanan, dan komitmen untuk memajukan seni liturgi Katolik mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pendampingan bagi pengurus LP3KD kabupaten dan kota ini menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus mematangkan persiapan menuju Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional IV di Manado, Sulawesi Utara, tahun depan.

Rakerda II bukan sekadar agenda tahunan organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh pengurus untuk menyatukan visi, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta merancang langkah-langkah strategis demi memperkuat pembinaan seni musik liturgi di Papua Barat Daya. Melalui forum ini, LP3KD menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin profesional, solid, dan mampu melahirkan pelayan-pelayan liturgi yang berkualitas.
Ketua LP3KD Provinsi Papua Barat Daya, Ellyas Yumte, S.AN., M.M., mengatakan bahwa selain membahas program kerja organisasi, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis para peserta melalui pendampingan dari narasumber LP3KN.
“Tujuan Rakerda II ini adalah meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan para peserta dalam pengolahan vokal, intonasi, dan nada dasar sebagai bagian dari persiapan paduan suara. Karena itu, kami menghadirkan pendamping dan narasumber dari LP3KN agar peserta memperoleh pembinaan yang lebih maksimal,” ujar Ellyas.

Menurutnya, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan rasa percaya diri. Ia berharap para peserta mampu menjadi duta-duta seni liturgi yang membanggakan Papua Barat Daya, baik di lingkungan Gereja maupun di tengah masyarakat.
“Peserta yang mengikuti kegiatan ini harus percaya diri dan menunjukkan bahwa kita ada serta siap tampil pada Pesparani Nasional di Manado tahun depan. Kami ingin menunjukkan bahwa umat Katolik Papua Barat Daya memiliki kualitas dan mampu memberikan yang terbaik melalui pelayanan musik liturgi,” tambahnya.
Selama pendampingan, para peserta dibekali berbagai materi, mulai dari teknik vokal, penguasaan intonasi dan nada dasar, hingga strategi pembinaan paduan suara di daerah masing-masing. Suasana belajar yang penuh antusiasme menunjukkan besarnya tekad seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan musik liturgi sebagai bagian dari karya evangelisasi Gereja.
Sementara itu, Sekretaris LP3KD Provinsi Papua Barat Daya, Joseph Narahawarin, menegaskan bahwa Rakerda II menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan arah gerak organisasi ke depan.
“Tujuan Rakerda II ini adalah mengevaluasi program kerja yang telah berjalan dan menyusun program kerja selanjutnya. Yang istimewa, seluruh pengurus LP3KD dari kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya bersatu tekad mempersiapkan segala sesuatu untuk menyongsong Pesparani Nasional IV di Manado, Sulawesi Utara, tahun depan,” katanya.

Melalui semangat kolaborasi yang dibangun dalam Rakerda II ini, LP3KD Papua Barat Daya optimistis mampu memperkuat sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, organisasi ini diharapkan terus melahirkan generasi pelayan musik liturgi yang unggul, sekaligus menjadikan Pesparani sebagai sarana pewartaan iman, pelestarian budaya, dan penguatan persaudaraan di Tanah Papua.
Rakerda II menjadi bukti bahwa persiapan menuju Pesparani Nasional tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada proses pembinaan yang membentuk karakter, spiritualitas, dan kualitas pelayanan. Dengan langkah yang semakin terarah, LP3KD Papua Barat Daya berharap dapat memberikan kontribusi terbaik serta mengharumkan nama daerah pada ajang Pesparani Nasional IV di Manado tahun mendatang.





