SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Suasana penuh sukacita dan nuansa inkulturatif mewarnai penyambutan para narasumber Temu Pastores (TePas) Keuskupan Manokwari–Sorong Tahun 2026 di Bandara Domine Edward Osok (DEO), Sorong, Selasa (20/1/2026). Rombongan narasumber disambut meriah oleh tarian kreasi anak-anak Serikat Kerasulan Anak Misioner (SEKAMI)/KKI Keuskupan Manokwari-Sorong yang menampilkan kekayaan budaya lokal Papua dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Narasumber dan fasilitator utama TePas 2026 adalah Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Maximus Regus, didampingi Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI, Rm. Kristiadi. Juga sebagai narasumber utama mantan Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Pius Riana Prapdi, yang memberikan dukungan dan kehadiran penuh makna dalam kegiatan ini.
Penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, bersama panitia pelaksana TePas serta sejumlah imam. Kehadiran para pimpinan Gereja ini menegaskan pentingnya Temu Pastores sebagai ruang refleksi bersama demi pengembangan karya pastoral keuskupan.

Temu Pastores Keuskupan Manokwari–Sorong Tahun 2026 mengangkat tema: “Menghayati Peran OMK dalam Dinamika Menggereja Sinodal.” Tema ini mengajak seluruh peserta untuk mengelaborasi secara mendalam tiga elemen penting, yakni: pertama, pemahaman akan dinamika hidup menggereja dalam konteks zaman kini; kedua, pendalaman makna sinodalitas sebagai cara hidup dan cara berjalan bersama Gereja; dan ketiga, pemahaman yang utuh, kontekstual, dan partisipatif tentang Orang Muda Katolik (OMK) sebagai subjek aktif Gereja, baik dalam lingkup Gereja universal dan lokal, maupun dalam realitas kemanusiaan sehari-hari.
Peserta TePas 2026 terdiri dari seluruh imam Keuskupan Manokwari–Sorong, termasuk tiga imam diosesan yang sedang berkarya di keuskupan lain maupun yang tengah menempuh studi lanjut. Jumlah imam yang terlibat mencapai 71 orang. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh petugas pastoral, diakon, serta frater calon diakon.
Sebagai wujud konkret semangat sinodal dan keterlibatan OMK, panitia juga mengundang perwakilan OMK dari berbagai wilayah pastoral. Masing-masing dua OMK diundang dari sembilan paroki di TPW Aimas dan Sorong, serta masing-masing dua OMK dari enam TPW lainnya, yakni Bintuni, Fakfak, Kaimana, Manokwari, Maybrat, dan Tambrauw. Total OMK yang hadir berjumlah 30 orang. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta Temu Pastores 2026 mencapai 107 orang.

Dalam semangat sinodalitas, setiap peserta TePas pada hakikatnya adalah narasumber. Setiap imam dan peserta hadir bukan sebagai “kertas kosong”, melainkan membawa kekayaan pengalaman, latar belakang keilmuan, karya pastoral, serta aneka pergumulan yang menjadi bahan refleksi bersama dan memperkaya dinamika forum.
Melalui Temu Pastores 2026 ini, Keuskupan Manokwari–Sorong meneguhkan komitmennya untuk terus berjalan bersama dalam semangat sinodal, sekaligus mempersiapkan diri secara matang sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) 2027. TePas bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan menjadi ruang pembaruan, refleksi, dan penguatan perutusan Gereja, khususnya dalam menyapa, mendampingi, dan memberdayakan Orang Muda Katolik.

Usai penyambutan di bandara, Uskup bersama para narasumber dan rombongan menuju Gereja Katedral untuk sarapan pagi bersama, sebelum kembali ke penginapan. Temu Pastores Keuskupan Manokwari–Sorong 2026 akan dibuka secara resmi dengan Perayaan Ekaristi pada Selasa sore, 20 Januari 2026.





