JAKARTA, KOMSOSKMS.ORG – Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 resmi dibuka pada Senin, 3 November 2025 di Aula KWI, Jakarta, dalam suasana penuh semangat dan warna budaya. Pembukaan dimulai dengan tarian ondel-ondel khas Betawi, diikuti dengan pengalungan selendang bermotif batik Betawi kepada para uskup sebagai tanda penyambutan.

Acara dilanjutkan dengan defile perwakilan utusan dari 38 keuskupan dan 1 keuskupan TNI/POLRI, yang masing-masing membawa vandel bergambar logo keuskupan dan tampil mengenakan pakaian adat daerah. Defile diawali oleh Keuskupan Timika dari Regio Papua dan ditutup oleh keuskupan TNI/Polri. Para uskup dan utusan juga menerima kalungan batik Betawi sebagai simbol persaudaraan dan keterbukaan.

Pengalungan serupa juga diberikan kepada tokoh-tokoh penting seperti Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC; Ignatius Kardinal Suharyo; Ketua SC Rm. PC Siswantoko; Ketua OC Rm. Alfonsus Widhiwirjawan, SX; Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Pierro Pioppo; serta Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Drs. Suparman, SE, M.Si., yang mewakili Menteri Agama RI.
“Gereja Dipanggil untuk Berjalan Bersama yang Terluka”
Dalam sambutan pembukaan, Ketua OC SAGKI 2025, Rm. Alfonsus Widhiwirjawan, SX menegaskan bahwa tema SAGKI tahun ini, “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan”, mengajak Gereja Indonesia menjadi komunitas peziarah yang berakar dalam iman, bergerak dalam kasih, dan menghasilkan harapan bagi dunia yang haus akan perdamaian dan makna.
“Gereja dipanggil untuk berjalan bersama seluruh manusia yang terluka dan menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih,” ujarnya. Rm. Alfons juga menekankan pentingnya semangat sinodalitas dalam hidup menggereja, guna memperbarui cara berkomunikasi, berpartisipasi, dan berbagi tanggung jawab.
Relasi Gereja Berdasarkan Logika Kasih
Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, dalam sambutannya menyampaikan syukur atas berlangsungnya SAGKI 2025 sebagai rahmat dan peristiwa iman bersama. Ia menegaskan bahwa Gereja dipanggil melanjutkan komitmen Sinode Para Uskup 2021–2024 untuk membangun Gereja yang sinodal melalui persekutuan, partisipasi, dan perutusan.

Menurutnya, untuk menghadirkan Gereja sinodal yang misioner, diperlukan keterbukaan pada Roh Kudus dan keberanian meninggalkan mentalitas kekuasaan. “Relasi dalam Gereja hendaknya tidak lagi berdasarkan logika hierarki semata, tetapi logika kasih yang memerdekakan,” tegasnya.
Nunsio Vatikan: “Indonesia Bawa Harapan Baru bagi Gereja Eropa”
Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Pierro Pioppo, yang akan mengakhiri masa tugasnya setelah delapan tahun, menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan kasih umat Gereja Indonesia. Ia berharap dapat membawa semangat muda Gereja Indonesia ke Eropa, yang kini menghadapi tantangan penurunan iman dan usia umat.
Pesan Menteri Agama: Gereja Didorong Menjadi Motor Perdamaian
Melalui pesan video, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, menyampaikan harapan agar SAGKI 2025 dapat menjadi momen refleksi bersama yang melahirkan strategi konkret untuk mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kerukunan. Ia berharap Gereja Katolik Indonesia mampu bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan moderasi beragama dan membangun bangsa.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Bimas Katolik, Drs. Suparman, SE., M.Si, ditegaskan bahwa Gereja Katolik diharapkan menjadi motor kerukunan yang aktif, khususnya melalui dialog lintas iman dan kegiatan sosial yang inklusif.
SAGKI 2025 Resmi Dibuka
Penyelenggaraan SAGKI 2025 secara resmi dibuka melalui sentuhan simbolis tangan para pemimpin Gereja dan pemerintah pada layar digital yang menampilkan logo SAGKI 2025. Acara ditutup dengan tarian dan nyanyian bersama diiringi theme song SAGKI 2025, yang menggambarkan semangat sinodalitas penuh pengharapan.
Seluruh rangkaian acara pembukaan SAGKI 2025 disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Komisi KOMSOS KWI, memungkinkan umat Katolik di seluruh Indonesia mengikuti momen bersejarah ini.
Sumber: mirifica.net





