Renungan Harian – 20 Agustus 2026
Peringatan Wajib Santo Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
Bacaan I: Yeh 36:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-15.18-19
Bacaan Injil: Mat 22:1-14
Menanggapi Undangan Allah dengan Hati yang Siap
Kasih dan keselamatan Allah terus-menerus ditawarkan kepada umat manusia. Setiap hari Tuhan mengundang kita untuk ambil bagian dalam sukacita dan kehidupan bersama-Nya. Namun, tidak sedikit orang yang menolak undangan itu karena berbagai alasan. Ada yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, urusan pribadi, atau hal-hal duniawi sehingga melupakan panggilan Allah.
Dalam Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga seperti seorang raja yang mengadakan pesta perjamuan kawin bagi anaknya. Undangan telah disebarkan, tetapi banyak orang yang diundang tidak datang. Bahkan ada yang mengabaikan para utusan raja, menyiksa, dan membunuh mereka. “Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya” (Mat 22:5).
Perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang. Allah tidak pernah berhenti memanggil dan mengundang manusia untuk hidup dalam kasih-Nya. Namun, undangan itu menuntut jawaban dan kesediaan hati. Tuhan menghendaki agar kita tidak hanya menerima undangan-Nya, tetapi juga mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, seperti tamu yang mengenakan pakaian pesta.
Bacaan pertama dari Nabi Yehezkiel menegaskan bahwa Allah sendiri akan memperbarui hati manusia: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu.” Allah menghendaki hati yang bersih, hati yang mampu mendengarkan dan menaati kehendak-Nya. Mazmur hari ini pun menjadi doa kita: “Ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, ya Allah.”
Santo Bernardus, yang kita peringati hari ini, mengajarkan bahwa kasih kepada Kristus harus menjadi pusat kehidupan. Dengan hati yang mencintai Tuhan, kita akan mampu menanggapi undangan-Nya dengan setia dan penuh sukacita.
Marilah kita selalu menyadari undangan Allah dan menanggapinya dengan tulus hati. Janganlah hati kita menjadi keras karena kesibukan duniawi. Kita dipanggil untuk terus mempersiapkan diri, menata hidup, dan hidup dalam kasih, agar sungguh layak mengambil bagian dalam perjamuan abadi bersama Tuhan.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





