Renungan Harian, Minggu, 30 Mei 2026
Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Bacaan I: Kel. 34:4b-6.8-9
Mazmur Tanggapan: Dan. 3:52-56
Bacaan II: 2Kor. 13:11-13
Bacaan Injil: Yoh. 3:16-18
Allah Tritunggal: Sumber Kasih, Kesatuan, dan Keselamatan
Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Kita mengimani Allah yang satu dalam tiga Pribadi: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus. Meskipun berbeda pribadi, ketiganya hidup dalam kesatuan kasih yang sempurna. Misteri iman ini mengungkapkan bahwa Allah bukanlah pribadi yang jauh dan tertutup, melainkan Allah yang hidup dalam relasi kasih dan mengundang manusia masuk ke dalam persekutuan dengan-Nya.
Dalam bacaan Injil hari ini, Santo Yohanes menampilkan wajah Allah yang penuh kasih. Ia menulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Ayat ini menjadi inti dari seluruh karya keselamatan Allah. Kasih Bapa kepada manusia begitu besar sehingga Ia mengutus Putra-Nya ke dunia untuk menyelamatkan kita dari dosa dan maut.
Dosa telah merusak hubungan manusia dengan Allah. Namun Allah tidak membiarkan manusia berjalan sendirian dalam keterpurukan. Dengan kasih-Nya yang tak terbatas, Bapa mengutus Yesus Kristus untuk memulihkan hubungan yang rusak itu. Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Yesus mendamaikan manusia dengan Allah dan membuka jalan menuju kehidupan kekal.
Kasih Allah tidak berhenti pada peristiwa penebusan. Roh Kudus terus diutus untuk tinggal dalam hati umat beriman. Roh Kudus membimbing, menguatkan, menghibur, dan mempersatukan kita sebagai anak-anak Allah. Karena itu, setiap kali kita membuat tanda salib, kita sebenarnya sedang mengakui dan merayakan kehadiran Allah Tritunggal dalam hidup kita.
Hari Raya Tritunggal Mahakudus juga mengajak kita untuk meneladan kehidupan Allah sendiri, yaitu hidup dalam kasih dan persatuan. Santo Paulus dalam suratnya mengingatkan: “Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu” (2Kor. 13:11). Kesatuan dalam keluarga, komunitas, lingkungan, maupun Gereja menjadi tanda nyata bahwa Allah Tritunggal bekerja dalam hidup kita.
Di tengah dunia yang sering diwarnai perpecahan, persaingan, dan kebencian, umat Kristiani dipanggil menjadi pembawa damai dan pemersatu. Kita diajak membangun persaudaraan, saling mengampuni, saling menghargai, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Dengan demikian, hidup kita menjadi cerminan kasih Allah Tritunggal yang mempersatukan.
Marilah pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus ini kita semakin mempercayakan hidup kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Semoga kasih Bapa menguatkan kita, rahmat Putra menyelamatkan kita, dan bimbingan Roh Kudus menuntun langkah hidup kita setiap hari.
Selamat merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Semoga kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus senantiasa menyertai kita semua.
Tuhan memberkati. Ave Maria.





