Renungan Harian
Bacaan Pertama: 1Ptr 4:7-13
Bacaan Injil: Mrk 11:11-26
Iman yang teguh dan mendalam akan mengalahkan segala bentuk keangkuhan dan kesombongan. Dari iman yang sejati akan mengalir pengampunan, damai, dan kasih kepada sesama.
Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan tentang kekuatan iman. Ia berkata: “Percayalah kepada Allah! … barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya… maka hal itu akan terjadi baginya.” (Mrk 11:22-23).
Yesus mengajarkan bahwa iman bukan sekadar kata-kata, melainkan keyakinan penuh kepada kuasa Allah. Ketika seseorang sungguh percaya kepada Tuhan, ia akan memiliki kekuatan untuk menghadapi kesulitan, melewati persoalan hidup, bahkan mengalahkan rasa takut dan putus asa.
Namun, iman sejati tidak berhenti pada mukjizat atau harapan pribadi saja. Iman yang hidup juga harus melahirkan hati yang mampu mengampuni. Karena itu Yesus berkata: “Jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu…” (Mrk 11:25).
Doa dan pengampunan tidak dapat dipisahkan. Orang yang sungguh dekat dengan Tuhan akan belajar melepaskan dendam, kebencian, dan sakit hati. Pengampunan memang tidak selalu mudah, tetapi dengan iman kepada Tuhan, hati kita dimampukan untuk berdamai.
Rasul Petrus dalam bacaan pertama juga mengingatkan agar kita hidup dalam kasih, saling melayani, dan tetap bersukacita sekalipun menghadapi penderitaan. Semua itu hanya mungkin bila kita memiliki iman yang kokoh kepada Kristus.
Marilah kita terus memupuk dan memelihara iman kita setiap hari. Semoga hati kita semakin dipenuhi kasih, damai, dan keberanian untuk saling mengampuni dengan tulus.
Tuhan memberkati, Ave Maria!





