Renungan Harian: “Tetap Setia di Bawah Salib”

52

Renungan Harian, Senin, 25 Mei 2026
PW Santa Maria Bunda Gereja
Bacaan I: Kejadian 3:9-15.20
Bacaan Injil: Yohanes 19:25-34

“Tetap Setia di Bawah Salib”
Hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada saat-saat ketika kita harus menghadapi persoalan, penderitaan, penolakan, bahkan air mata yang seolah tidak pernah berhenti. Dalam situasi seperti itu, tetap tekun, sabar, dan setia kepada Tuhan bukanlah perkara gampang. Dibutuhkan iman yang kuat dan hati yang sungguh bersandar kepada Allah.

Hari ini Gereja memperingati Santa Maria Bunda Gereja. Bunda Maria menjadi teladan iman yang luar biasa. Ia dipilih Allah untuk menjadi Bunda Sang Juruselamat, namun jalan hidup yang dijalaninya tidak dipenuhi kemudahan dan kenyamanan. Ia harus menanggung banyak penderitaan, terutama saat menyaksikan Putera-Nya disiksa dan wafat di kayu salib.

Di bawah kaki salib, Maria tetap berdiri. Ia tidak lari, tidak memberontak, dan tidak menyalahkan Tuhan. Dengan hati yang penuh iman, ia menerima semuanya dalam kesabaran dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Injil hari ini menunjukkan betapa Maria tetap setia mendampingi Yesus sampai akhir. Bahkan dari atas salib, Yesus menyerahkan Maria kepada murid yang dikasihi-Nya: “Inilah ibumu.” Sejak saat itu, Maria menjadi Bunda bagi seluruh Gereja, Bunda bagi kita semua.

Sikap Maria mengajarkan kepada kita bahwa kesetiaan kepada Tuhan sering kali diuji melalui penderitaan. Tidak semua persoalan hidup langsung selesai. Tidak semua doa segera dijawab sesuai keinginan kita. Namun seperti Maria, kita diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya.

Kadang kita mudah mengeluh ketika menghadapi kesulitan kecil. Kita cepat kecewa, marah, bahkan kehilangan harapan. Padahal Maria menunjukkan jalan yang berbeda: menyimpan semuanya dalam hati, membawa setiap pergumulan dalam doa, dan tetap percaya pada penyelenggaraan Tuhan.

Marilah kita belajar dari Bunda Maria untuk tetap tenang di tengah badai kehidupan, tetap setia di bawah salib, dan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Bersama Maria, kita percaya bahwa setelah salib selalu ada kebangkitan dan harapan baru.

Selamat pagi, Tuhan memberkati.
Ave Maria!