5 Titik Jalan Rusak Parah di Aifat Timur Raya, Warga dan Pastor Lakukan Perbaikan Darurat

192
Pastor Paroki Santo Andarias Ayata RD. Ferdinan Sabhu bersama masyarakat setempat turun langsung melakukan perbaikan sejumlah titik jalan yang rusak (Minggu, 17/05/26)

MAYBRAT, KOMSOSKMS.ORG — Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Aifat Timur Raya, Kabupaten Maybrat, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan sedikitnya lima titik kerusakan berat yang dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Pastor Paroki Santo Andreas Ayata, RD. Ferdinan Sabhu, bersama masyarakat setempat turun langsung melakukan perbaikan sementara pada sejumlah ruas jalan yang rusak tersebut, Minggu (17/5/2026).

Pastor Ferdi juga meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Maybrat segera merespons kondisi tersebut dengan langkah darurat, tanpa menunggu proses panjang birokrasi.

Dalam keterangannya, Pastor Ferdinan Sabhu yang akrab disapa Pastor Ferdi mengatakan bahwa kondisi jalan di Aifat Timur Raya sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah.

“Kurang lebih ada lima titik kerusakan berat. Jika kondisi ini dibiarkan, sangat berpotensi menghilangkan nyawa manusia apabila terjadi kecelakaan di lokasi-lokasi rawan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aksi perbaikan yang dilakukan bersama masyarakat hanya bersifat sementara dan bukan solusi permanen. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan.

“Hari ini kami bekerja hanya untuk penanganan sementara, bukan permanen. Karena itu, kami meminta pemerintah daerah segera merespons kondisi ini. Infrastruktur jalan sangat dibutuhkan masyarakat. Jalan yang baik akan membuka akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga,” tegasnya.

Masyarakat Aifat Timur Raya berharap adanya tindak lanjut nyata dari pemerintah agar akses transportasi kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu, terutama untuk pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil ekonomi.

Pastor Ferdi juga meminta Pemerintah Kabupaten Maybrat segera mengambil langkah darurat tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang. Ia menilai pemerintah tidak dapat terus beralasan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi, sebab wilayah itu secara administratif berada di Kabupaten Maybrat.

Menurutnya, diperlukan penanganan cepat pada titik-titik kritis sambil menunggu perhatian lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Masyarakat Aifat Timur Raya berharap adanya tindak lanjut nyata dari pemerintah agar akses transportasi kembali aman dan aktivitas warga tidak terganggu, terutama dalam pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil ekonomi masyarakat.

Kontributor: Evensius Kowawin
KOMSOS Paroki Santo Andarias Ayata