Renungan Harian – 6 April 2026
Bacaan I: Kis 2:14.22-32
Bacaan Injil: Mat 28:8-15
Kebangkitan Yesus sungguh menggemparkan dunia. Para murid yang sebelumnya diliputi ketakutan, perlahan-lahan mengalami pemurnian iman. Hati mereka diteguhkan, harapan mereka dipulihkan, dan keberanian mereka pun bangkit. Mereka yang dahulu bersembunyi, kini tampil sebagai saksi yang berani mewartakan Kristus yang bangkit.
Sebaliknya, para imam kepala dan pemuka agama justru semakin gelisah. Mereka berusaha menutupi kebenaran dengan cara-cara licik. Para serdadu dibayar untuk menyebarkan kebohongan. Namun, satu hal yang pasti: kebenaran tidak pernah bisa dibungkam. Cahaya kebangkitan tetap bersinar, bahkan semakin terang di tengah upaya untuk memadamkannya.
Situasi ini tidak jauh berbeda dengan kehidupan kita saat ini. Di tengah dunia yang sering diwarnai oleh kepalsuan, manipulasi, dan ketidakadilan, kebenaran sering kali terasa ditekan. Tidak jarang orang yang jujur justru disingkirkan, dan mereka yang berpegang pada iman menghadapi tantangan, bahkan tekanan.
Namun, kebangkitan Kristus mengajarkan kepada kita bahwa kegelapan tidak pernah menang atas terang. Justru dalam tekanan, iman kita dimurnikan. Dalam kesulitan, keberanian kita dibentuk. Kita dipanggil untuk tetap setia menjadi saksi kebenaran, entah melalui perkataan, sikap hidup, maupun tindakan nyata.
Menjadi saksi Kristus di zaman ini memang tidak selalu mudah. Bisa jadi kita dicemooh, disalahpahami, atau bahkan ditolak. Namun ingatlah: para rasul pun mengalami hal yang sama, bahkan lebih berat. Tetapi mereka tidak mundur, karena mereka yakin bahwa Kristus sungguh bangkit dan hidup.
Maka, marilah kita tidak memadamkan cahaya kebenaran dalam diri kita. Jangan takut untuk berkata benar, jangan ragu untuk berbuat baik, dan jangan lelah untuk tetap setia dalam iman. Sebab, melalui kesaksian kecil kita, terang Kristus terus hadir di dunia.
Selamat pagi, Tuhan memberkati.
Ave Maria.





