Renungan Harian – 5 April 2026
Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan
Bacaan I: Kis 10:34a.37-43
Bacaan II: Kol 3:1-4
Bacaan Injil: Yoh 20:1-9
Fajar Minggu Paskah telah merekah. Alam seakan ikut bersukacita—kicauan burung mengalun merdu, dan seruan Alleluya menggema di seluruh penjuru kehidupan. Inilah hari kemenangan: Kristus telah bangkit!
Injil hari ini mengisahkan tentang makam yang kosong. Peristiwa ini bukan sekadar kehilangan jasad, melainkan tanda iman yang menghidupkan. Makam kosong itu mencairkan kebekuan hati para murid yang sebelumnya diliputi ketakutan dan kegalauan. Kenangan akan Sabda Sang Guru kembali terngiang—bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga. Kini, mereka mulai memahami bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kemuliaan.
Santo Paulus dalam suratnya mengingatkan: “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.” (Kol 3:2-3)
Dari misteri kebangkitan ini, kita diajak untuk merenungkan tiga hal penting: Pertama, hidup yang terarah kepada Allah. Makam kosong menjadi tanda bahwa Kristus telah bangkit dan mengalahkan maut. Kita pun dipanggil untuk “mengosongkan diri” dari dosa, kelekatan duniawi, dan egoisme, agar Allah berdiam dalam hati kita. Hidup kita tidak lagi berpusat pada diri sendiri, melainkan digerakkan oleh kehendak Tuhan.
Kedua, hidup dalam semangat persekutuan. Kebangkitan Kristus mempersatukan kembali para rasul yang tercerai-berai. Dari ketakutan, mereka dipulihkan menjadi komunitas yang penuh harapan. Demikian pula kita dipanggil untuk membangun persekutuan yang saling menguatkan—dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Ketiga, berani memberi kesaksian (martyria). Para rasul yang telah mengalami perjumpaan dengan Kristus yang bangkit tidak tinggal diam. Mereka tampil sebagai saksi. Seperti dikatakan dalam Kisah Para Rasul: “Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya…” (Kis 10:39).
Iman akan kebangkitan mendorong mereka untuk mewartakan kebenaran dengan berani. Kita pun dipanggil untuk menjadi saksi—melalui kata, sikap, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Paskah mengajak kita membangun iman yang matang dan teguh. Kita percaya bahwa Kristus telah bangkit, mengalahkan maut, dan kini berjaya dalam kemuliaan. Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam sukacita iman, tekun mengikuti-Nya, dan berani menjadi saksi kebangkitan-Nya di tengah dunia.
Selamat merayakan Hari Raya Paskah. Semoga sukacita kebangkitan Kristus memenuhi hati Anda dan keluarga. Tuhan memberkati. Ave Maria.





