
SAUSAPOR, KOMSOS KMS — Sebanyak 36 pengurus dan anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pra-Paroki Santo Wilhelmus Sausapor dilantik untuk masa bakti 2026–2029, Sabtu, 26 September 2026. Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab baru WKRI Sausapor untuk memperkuat pelayanan Gereja sekaligus mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat di Kabupaten Tambrauw.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Konferensi Cabang IV WKRI-DPC Santo Wilhelmus Sausapor yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIT. Konferensi dibuka dan dipimpin Ketua Presidium Dewan Pimpinan Daerah (DPD) WKRI Keuskupan Manokwari-Sorong, Mien J. Tutuarima.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi pukul 11.00 WIT yang dipimpin Pastor Pra-Paroki Santo Wilhelmus Sausapor, RD. Renold Aleksander Laike, didampingi Pastor Rekan, RD. Charles Sinpangki.
Bukan Sekadar Seremoni
Dalam sambutannya, Mien J. Tutuarima menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Pelantikan merupakan estafet tanggung jawab, panggilan pelayanan, dan perutusan untuk menghadirkan karya WKRI yang semakin nyata di tengah umat dan masyarakat.

Ia mengajak pengurus baru memperkuat tiga hal utama: konsolidasi internal organisasi, kemitraan dengan Gereja dan Pemerintah, serta pelayanan yang menyentuh kebutuhan konkret masyarakat.
Menurut Mien, WKRI Sausapor perlu membangun komunikasi yang harmonis, merangkul seluruh anggota, dan berjalan bersama para Pastor. Pada saat yang sama, WKRI diharapkan mampu menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam menjawab persoalan sosial, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan perempuan.
“Jangan takut memulai dari program-program kecil yang sederhana, namun menyentuh kebutuhan nyata umat dan masyarakat di Sausapor. Kehadiran WKRI harus bisa dirasakan manfaatnya secara konkret,” tegasnya.
Pelayanan di Tengah Tantangan
Mien juga mengingatkan bahwa pelayanan di Sausapor dan Kabupaten Tambrauw memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, pengurus baru diajak untuk tidak mudah menyerah dalam menjalankan tugas organisasi.

Salib Kristus, katanya, hendaknya menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjadi dasar dalam menjalankan panggilan pelayanan.
Pesan tersebut menempatkan WKRI bukan hanya sebagai organisasi perempuan Katolik, tetapi sebagai bagian dari gerak bersama Gereja dalam membangun kehidupan umat dan masyarakat.
Evi Semunya Pimpin WKRI Sausapor
Dalam Perayaan Ekaristi, Evi Semunya dilantik sebagai Ketua WKRI-DPC Santo Wilhelmus Sausapor, sementara Emilia Ndaol dilantik sebagai Wakil Ketua. Prosesi pelantikan dipimpin Mien J. Tutuarima dan disaksikan oleh kedua Pastor, umat, serta para tamu undangan.

Setelah menerima mandat kepemimpinan, Evi Semunya memimpin pelantikan pengurus dan anggota WKRI-DPC Santo Wilhelmus Sausapor. Sebanyak 36 orang menerima mandat pelayanan untuk masa bakti 2026–2029.
Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pemberkatan oleh kedua Pastor yang memimpin Perayaan Ekaristi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, damai, dan penuh persaudaraan.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Pastor Pra-Paroki Santo Wilhelmus Sausapor, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw, Ketua Bhayangkari, Ketua Dewan Pra-Paroki, pengurus Gereja GKI El Tuto Sausapor, pengurus Gereja Generasi Kristus (GGK) Filadelfia Sausapor, organisasi wanita dari berbagai denominasi gereja, serta anggota WKRI dan para tamu undangan.
Dengan semangat “Demi Gereja dan Tanah Air”, WKRI-DPC Santo Wilhelmus Sausapor masa bakti 2026–2029 memasuki babak pelayanan baru. Tantangannya bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi memastikan setiap karya WKRI sungguh hadir, menyentuh, dan memberi manfaat bagi umat serta masyarakat Sausapor dan Kabupaten Tambrauw.
Kontributor: Komsos Pra-Paroki St. Wilhelmus, Sausapor




