
WASIOR, KOMSOSKMS.ORG — Sukacita dan semangat persaudaraan mewarnai penyambutan Salib Indonesian Youth Day (IYD) di Paroki Santo Laurentius Wasior (2/10/2026). Umat bersama kaum muda menyambut kedatangan Salib IYD dengan tarian adat sebelum mengaraknya menuju gereja.

Kehadiran Salib IYD menjadi momentum iman bagi umat Paroki Santo Laurentius Wasior. Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan Salib IYD, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara iman, kaum muda, budaya lokal, dan kehidupan menggereja.
Tarian Adat Iringi Penyambutan
Kedatangan Salib IYD disambut dengan nuansa budaya Papua yang kuat. Tarian adat menjadi ungkapan penghormatan dan kegembiraan umat dalam menerima Salib Kristus.

Busana adat, tarian, serta keterlibatan umat memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang hidup berdampingan dengan iman dan kehidupan Gereja.
Setelah prosesi penyambutan, Salib IYD kemudian diarak menuju Gereja Santo Laurentius Wasior. Umat, kaum muda, para pelayan Gereja, serta berbagai kelompok umat turut mengambil bagian dalam prosesi tersebut.

Sepanjang perjalanan, suasana penuh sukacita tampak dari wajah umat yang hadir. Prosesi ini menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, berjumpa, dan mempererat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Paroki Santo Laurentius Wasior.
Diterima Pastor Paroki
Setibanya di lingkungan gereja, Salib IYD diterima oleh Pastor Paroki Santo Laurentius Wasior, RP. Yustinus Edi Purwanto, CM.

Penerimaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian perjalanan Salib IYD. Salib yang menjadi tanda perjalanan iman kaum muda kini hadir dan berada di tengah umat Paroki Santo Laurentius Wasior.
Salib Kristus mengingatkan umat akan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus. Dalam semangat IYD, Salib juga menjadi tanda panggilan bagi kaum muda untuk terus berjalan bersama, membangun persaudaraan, melayani Gereja, serta menghadirkan harapan di tengah masyarakat.
Menyatukan Umat Lintas Generasi
Penyambutan Salib IYD mendapat sambutan hangat dari umat. Anak-anak, kaum muda, orang tua, para pelayan Gereja, serta berbagai kelompok umat hadir bersama dalam suasana penuh kegembiraan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Kaum muda tidak hanya menjadi penerima estafet perjalanan Salib, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghidupkan kehidupan Gereja.
Semangat kebersamaan yang terlihat dalam penyambutan menunjukkan bahwa perjalanan Salib IYD bukan sekadar sebuah prosesi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan menyatukan umat dalam iman, budaya, serta pelayanan.
Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi
Setelah rangkaian penyambutan dan penerimaan Salib, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi.

Dalam perayaan Ekaristi, umat bersama-sama mengarahkan hati kepada Kristus. Kehadiran Salib IYD di tengah umat menjadi tanda bahwa perjalanan kehidupan Gereja dan kaum muda senantiasa berakar pada Kristus.
Perayaan Ekaristi menjadi puncak rangkaian penyambutan sekaligus kesempatan bagi umat untuk mengungkapkan syukur atas kehadiran Salib IYD di Paroki Santo Laurentius Wasior.
Salib IYD, Tanda Perjalanan dan Persaudaraan
Kehadiran Salib IYD di Paroki Santo Laurentius Wasior diharapkan menjadi momentum untuk semakin menghidupkan semangat kaum muda dalam kehidupan menggereja.
Melalui perjalanan Salib IYD, kaum muda diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, membangun persaudaraan, mengambil bagian dalam pelayanan Gereja, dan menghadirkan sukacita serta harapan di tengah masyarakat.
Bagi umat Paroki Santo Laurentius Wasior, kehadiran Salib IYD menjadi pengalaman iman yang mempertemukan berbagai generasi dalam satu semangat: berjalan bersama dalam iman, persaudaraan, budaya, dan pelayanan.
Kontributor: KOMSOS Paroki Santo Laurentius Wasior




