Renungan Harian: Mendengarkan Tuhan di Tengah Kesibukan

12

RENUNGAN HARIAN – 06 OKTOBER 2026
Bacaan I: Gal 1:13-24
Bacaan Injil: Luk 10:38-42

Mendengarkan Tuhan di Tengah Kesibukan
Kita hidup dalam dunia yang semakin sibuk. Banyak informasi datang silih berganti, pekerjaan menuntut perhatian, dan media sosial membuat kita mudah terhubung dengan banyak hal. Namun, di tengah semua itu, kita sering justru kekurangan waktu untuk berhenti sejenak, hening, dan mendengarkan Tuhan.

Bacaan hari ini mengingatkan bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya soal aktif bekerja dan melayani, tetapi pertama-tama tentang membuka hati untuk mendengarkan Sabda-Nya. Paulus mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Dahulu ia dengan penuh semangat mengejar dan menganiaya Gereja, tetapi setelah mengalami kasih karunia Allah, seluruh hidupnya diarahkan untuk mewartakan Kristus. Ia menyadari bahwa dirinya dipanggil dan diutus Tuhan.

Dalam Injil, Maria menunjukkan sikap dasar seorang murid: duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya. Yesus berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” Marta tidak salah karena melayani. Yang perlu dibenahi ialah ketika kesibukan melayani membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk mendengarkan Tuhan.

Pesan ini sangat relevan bagi kita. Kita bisa sangat aktif dalam pelayanan Gereja, pekerjaan, keluarga, bahkan dalam pewartaan melalui berbagai media. Namun, jangan sampai kita begitu sibuk berbicara tentang Tuhan sehingga lupa mendengarkan Tuhan. Jangan sampai aktivitas pelayanan lebih besar daripada kedalaman relasi kita dengan-Nya.

Pelayanan yang sejati lahir dari hati yang mendengarkan. Sabda Tuhan yang kita dengarkan dalam doa dan permenungan akan membentuk cara kita berbicara, mengambil keputusan, memperlakukan sesama, dan menjalankan tugas pelayanan. Dengan demikian, pewartaan kita bukan sekadar kata-kata, tetapi kesaksian hidup.

Karena itu, di tengah kesibukan hari ini, mari menyediakan waktu untuk duduk “dekat kaki Yesus”: hening, berdoa, membaca dan merenungkan Sabda-Nya. Dari sana kita memperoleh kekuatan untuk melayani dan keberanian untuk mewartakan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Tuhan memberkati. Ave Maria!