Renungan Harian: Kejahatan Tidak Akan Pernah Dibiarkan oleh Allah

54

Renungan Harian – Jumat, 6 Maret 2026
Bacaan I: Kej 37:3-4.12-13a.17b-28
Injil: Mat 21:33-43.45-46

Iri hati, kecemburuan, dan keserakahan sering kali menjadi akar dari berbagai kejahatan dalam hidup manusia. Ketika hati seseorang dikuasai oleh perasaan-perasaan ini, maka akal budi menjadi gelap dan orang dapat melakukan tindakan yang tidak lagi sesuai dengan kehendak Tuhan. Demi memuaskan ambisi dan nafsu, orang bisa menghalalkan segala cara, bahkan melakukan kejahatan tanpa rasa bersalah.

Bacaan pertama hari ini memperlihatkan kisah yang menyedihkan tentang saudara-saudara Yusuf. Mereka iri melihat kasih sayang ayahnya yang begitu besar kepada Yusuf. Iri hati itu perlahan berubah menjadi kebencian. Hati mereka dipenuhi amarah hingga muncul rencana jahat untuk membunuh Yusuf, saudara kandung mereka sendiri. Meskipun akhirnya tidak membunuhnya, mereka menjual Yusuf sebagai budak. Iri hati telah menutup hati mereka terhadap kasih persaudaraan.

Dalam Injil, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur yang jahat. Para penggarap itu dikuasai oleh keserakahan. Mereka ingin menguasai kebun anggur tersebut. Para utusan tuan kebun dipukul dan dibunuh. Bahkan ketika anak sang tuan datang, mereka berkata: “Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia supaya warisannya menjadi milik kita” (Mat 21:38). Ambisi dan keserakahan membuat mereka melakukan kejahatan yang sangat besar.

Namun Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa kejahatan tidak akan pernah dibiarkan oleh Allah. Tuhan adalah hakim yang adil. Mereka yang melakukan kejahatan akan menuai akibat dari perbuatannya. Kebun anggur itu akhirnya akan diberikan kepada orang lain yang mampu menghasilkan buah pada waktunya.

Melalui Sabda hari ini kita diajak untuk menata kembali ruang batin kita. Setiap orang pasti pernah mengalami godaan iri hati, cemburu, atau keinginan untuk memiliki lebih dari yang seharusnya. Karena itu kita perlu membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hati kita, menjernihkan pikiran dan memurnikan perasaan kita.

Jika hati kita dipenuhi Roh Kudus, maka benih-benih iri hati, kecemburuan, dan keserakahan perlahan akan disingkirkan. Sebaliknya, kita akan semakin mampu menumbuhkan sikap syukur, saling menghargai, dan menerima sesama dengan tulus.

Semoga Sabda Tuhan hari ini menolong kita untuk memiliki hati yang bersih dan penuh kasih, sehingga hidup kita dapat menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.

Tuhan memberkati dan Ave Maria.