Renungan Harian: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”

136

Renungan Harian – 05 Desember 2025
Bacaan I: Yes 29:17-24
Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14
Bacaan Injil: Mat 9:27-31

“Jadilah kepadamu menurut imanmu.” (Mat 9:29)

Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh belas kasih, Allah yang mau dan mampu melakukan segala sesuatu demi kebaikan manusia. Dialah yang mengubah derita menjadi sukacita, kelemahan menjadi kekuatan, dan kegelapan menjadi terang. Namun sebuah pertanyaan penting kembali hadir bagi kita: apakah kita sungguh percaya kepada kuasa-Nya?

Dalam Injil hari ini, kita berjumpa dengan dua orang buta yang mengikuti Yesus sambil berseru: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Seruan ini lahir dari hati yang rendah, dari jiwa yang tahu bahwa hanya Allah yang sanggup menolong. Mereka tidak berhenti mengikuti Yesus. Mereka tidak menyerah. Mereka menaruh pengharapan sepenuhnya pada-Nya.

Yesus kemudian menguji kedalaman iman mereka dengan satu pertanyaan: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?”

Pertanyaan itu juga ditujukan kepada kita hari ini. Percayakah kita bahwa Tuhan mampu menyembuhkan luka hati kita? Mampu memulihkan hubungan kita? Mampu menolong kita keluar dari kebingungan, kesulitan ekonomi, tekanan hidup, atau persoalan keluarga?

Kedua orang buta itu menjawab tanpa ragu: “Ya Tuhan, kami percaya.” Jawaban ini lahir dari iman yang matang, dari hati yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Iman yang demikian membuka pintu rahmat. Iman yang demikian menghadirkan mukjizat.

Yesus pun berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Dan seketika itu mata mereka terbuka. Mereka bukan hanya menerima penglihatan secara jasmani, tetapi juga terang rohani yang membuat mereka memuliakan Allah.

Kita pun diajak untuk memiliki iman yang teguh. Iman yang merendahkan diri di hadapan Allah. Iman yang memohon belas kasih-Nya dengan tulus. Iman yang percaya bahwa Tuhan sanggup memulihkan apa pun yang sedang kita perjuangkan. Iman yang bertahan meski situasi belum berubah.

Sebab Tuhan yang sama yang menyembuhkan dua orang buta itu adalah Tuhan yang juga menyertai kita hari ini.

Mari berserah, percaya, dan membuka hati bagi karya-Nya. Jika kita sungguh berpegang pada Tuhan, segala persoalan dan kesulitan yang membelenggu hidup kita akan dipulihkan pada waktu-Nya.

Tuhan memberkati. Ave Maria!