Renungan Harian: Dipanggil dan Dipersiapkan oleh Allah

4

Renungan Harian, 23 Juni 2026
Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Bacaan I: Yes. 49:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm. 139:1-3.13-14ab.14c-15
Bacaan II: Kis. 13:22-26
Bacaan Injil: Luk. 1:57-66.80

Dipanggil dan Dipersiapkan oleh Allah
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis. Ia adalah nabi yang dipilih dan diutus Allah untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Mesias. Kehadirannya menjadi tanda bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Melalui pewartaannya, Yohanes mengobarkan semangat pertobatan dan mengajak banyak orang kembali kepada Allah di tengah dunia yang diliputi dosa, ketidakadilan, dan kekerasan.

Di balik lahirnya Yohanes Pembaptis, kita menemukan teladan iman yang luar biasa dari kedua orang tuanya, Elisabet dan Zakharia. Mereka adalah pasangan yang saleh dan setia kepada Allah. Meskipun bertahun-tahun hidup tanpa keturunan, mereka tidak kehilangan harapan. Mereka tidak mengeluh atau meninggalkan Tuhan. Sebaliknya, mereka tetap tekun berdoa, setia beribadah, dan menyerahkan seluruh hidup mereka kepada penyelenggaraan Allah.

Kesetiaan mereka akhirnya membuahkan berkat yang melimpah. Allah menganugerahkan seorang putra yang kelak menjadi nabi besar dan pelopor kedatangan Kristus. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Allah bekerja menurut waktu-Nya sendiri. Apa yang tampaknya mustahil bagi manusia, dapat diwujudkan oleh Allah bagi mereka yang tetap percaya dan berharap kepada-Nya.

Ketaatan Zakharia juga menjadi pelajaran penting bagi kita. Ketika tiba saat pemberian nama bagi anak itu, ia menuliskan, “Namanya adalah Yohanes.” Seketika itu juga mulutnya terbuka dan lidahnya terlepas sehingga ia dapat kembali berbicara dan memuji Allah (bdk. Luk. 1:63-64). Ketaatan kepada kehendak Allah menghadirkan pemulihan, sukacita, dan berkat yang melimpah.

Banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu bertanya, “Menjadi apakah anak ini nanti?” (Luk. 1:66). Pertanyaan itu sesungguhnya juga dapat kita arahkan kepada diri kita sendiri. Allah mempunyai rencana bagi setiap orang. Sejak dalam kandungan, Allah telah mengenal, memanggil, dan mempersiapkan kita untuk ambil bagian dalam karya keselamatan-Nya. Tidak ada seorang pun yang lahir tanpa tujuan di hadapan Allah.

Marilah kita meneladan spiritualitas Santo Yohanes Pembaptis, Elisabet, dan Zakharia. Mereka adalah pribadi-pribadi yang hidup dalam iman, ketaatan, dan pengharapan. Mereka mengandalkan Allah dalam segala situasi dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada kehendak-Nya. Semoga kita pun memiliki keberanian untuk menjadi saksi Kristus, mempersiapkan jalan bagi Tuhan melalui perkataan, tindakan, dan kesaksian hidup kita setiap hari.

Selamat pagi. Tuhan memberkati. Ave Maria.