Renungan Harian – 28 Juli 2026
Bacaan I: Yeremia 14:17-22
Bacaan Injil: Matius 13:36-43
Bertobat Selagi Masih Ada Waktu
Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh kasih dan panjang sabar. Ia tidak pernah bersukacita melihat manusia binasa. Sebaliknya, Ia selalu membuka pintu pengampunan bagi siapa saja yang datang kepada-Nya dengan hati yang remuk dan bertobat. Namun, kasih Allah bukanlah alasan untuk terus hidup dalam dosa. Penolakan yang terus-menerus terhadap kehendak-Nya akan membawa manusia menuai akibat dari pilihannya sendiri.
Dalam bacaan pertama, Nabi Yeremia menangisi penderitaan bangsanya. Mereka mengalami kekeringan, kelaparan, dan berbagai kesengsaraan karena meninggalkan Tuhan. Di tengah situasi itu, Yeremia tidak menyalahkan Allah. Ia justru berlutut memohon belas kasih-Nya: “Janganlah Engkau menampik kami… Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami.” Yeremia mengajarkan bahwa jalan keluar dari penderitaan bukanlah mengandalkan kekuatan manusia, melainkan kembali kepada Tuhan dengan pertobatan yang tulus.
Injil hari ini melanjutkan penjelasan Yesus tentang perumpamaan lalang di antara gandum. Yesus menegaskan bahwa pada akhir zaman akan ada pemisahan yang jelas antara orang benar dan orang yang melakukan kejahatan. Allah memang sabar, memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berubah. Namun, kesabaran itu bukan tanpa batas. Akan tiba saat penghakiman, ketika setiap orang mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Allah.
Karena itu, masa sekarang adalah kesempatan berharga untuk memperbaiki diri. Jangan menunggu sampai hati menjadi keras dan tidak lagi peka terhadap suara Tuhan. Setiap kali kita mengaku dosa, memperbaiki kesalahan, mengampuni sesama, dan hidup sesuai kehendak-Nya, kita sedang membiarkan gandum yang baik bertumbuh dalam diri kita.
Semoga kita tidak menyia-nyiakan kerahiman Allah. Marilah setiap hari hidup dalam semangat pertobatan, setia kepada-Nya, dan menjadi saksi kasih-Nya bagi sesama. Dengan demikian, ketika saatnya tiba, kita termasuk orang-orang benar yang “akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa.”
Tuhan memberkati. Ave Maria.





