Renungan Harian: “Bersatu Dalam Kristus, Bertumbuh Dalam Persaudaraan”

29

Renungan Harian
Sabtu Paskah VI – 20 Mei 2023
Bacaan I: Kis 18:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3.8-9.10
Bait Pengantar Injil: Yoh 16:28
Bacaan Injil: Yoh 16:23b-28


“Bersatu Dalam Kristus, Bertumbuh Dalam Persaudaraan”

Kehidupan Gereja perdana yang digambarkan dalam Kitab Kisah Para Rasul menjadi teladan yang sangat indah bagi kehidupan Gereja hingga saat ini. Meskipun menghadapi banyak tantangan, penganiayaan, dan kesulitan, para Rasul serta umat beriman tetap hidup dalam semangat persaudaraan yang kuat. Mereka tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang, saling melengkapi, dan saling menguatkan dalam karya pelayanan.

Dalam bacaan pertama hari ini, kita mendengar tentang Apolos, seorang Yahudi yang pandai berbicara dan bersemangat mewartakan Allah. Namun, pemahamannya tentang jalan keselamatan masih belum sempurna karena ia hanya mengenal baptisan Yohanes. Di sinilah Priskila dan Akvila hadir sebagai sahabat seiman yang rendah hati dan penuh kasih. Mereka tidak merendahkan Apolos, tetapi dengan sabar membantu dan menjelaskan kepadanya jalan Allah dengan lebih teliti. Sikap inilah yang menjadi kekuatan Gereja: bukan saling menjatuhkan, tetapi saling menyempurnakan dalam kasih.

Injil hari ini menegaskan kesatuan Yesus dengan Bapa. Yesus berkata, “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa” (Yoh 16:28). Sabda ini menunjukkan bahwa seluruh hidup Yesus bersumber dari Bapa dan kembali kepada Bapa. Maka, setiap orang yang percaya kepada Yesus dan hidup di dalam-Nya juga dipersatukan dengan Allah sendiri.

Kesatuan dengan Kristus bukan hanya soal doa atau ibadah semata, tetapi nyata dalam cara kita membangun relasi dengan sesama. Orang yang sungguh bersatu dengan Kristus akan belajar hidup dalam kasih, persaudaraan, kerendahan hati, dan semangat saling mendukung. Sebaliknya, perpecahan, iri hati, dan sikap saling menjatuhkan bukanlah semangat yang berasal dari Kristus.

Karena itu, kita dipanggil untuk terus membangun hidup yang semakin intim dengan Yesus. Dalam kesatuan dengan-Nya, kita akan semakin memahami kehendak Allah dan dimampukan untuk hidup dalam persekutuan yang saling mengasihi. Gereja akan bertumbuh kuat bila setiap anggotanya mau menjadi pribadi yang menghadirkan damai, dukungan, dan kasih bagi sesamanya.

Semoga melalui Sabda Tuhan hari ini, kita semakin diteguhkan untuk hidup dalam persaudaraan yang saling menyempurnakan demi kemuliaan Allah dan keselamatan bersama.
Tuhan memberkati dan Ave Maria.