
SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Perayaan Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) ke-40 menjadi momen penuh sukacita dan kebanggaan bagi Orang Muda Katolik (OMK) se-TPW Sorong. Ratusan kaum muda dari berbagai paroki dan stasi hadir membawa semangat iman, harapan, serta komitmen untuk menjadi generasi Gereja masa kini yang berdaya dan siap berkarya. Gelora kebersamaan ini tampak sejak awal kegiatan yang diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, sebagai selebran utama, didampingi para pastor konselebran.

Uskup Datus: OMK Harus Mengenal Keuskupan dari Substansinya
Dalam homilinya, Uskup Datus menegaskan pentingnya kaum muda mengenal Keuskupan secara lebih mendalam, bukan hanya dari “permukaannya”, tetapi dari inti hidup dan perutusannya.
“Harapan saya agar OMK dan semua umat Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong dapat mengenal Keuskupan ini bukan dari permukaannya saja, tetapi dari hakikat atau substansinya. Harus mengenal visi dan misi, arah dasar ke mana Keuskupan ini melangkah, dari mana kita berasal, dan apa kontribusi yang harus kita berikan bersama. Dengan demikian, keterlibatan kita sungguh-sungguh bertanggung jawab,” tegas Uskup Datus.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa OMK bukan sekadar peserta kegiatan Gereja, tetapi bagian penting dari perjalanan pastoral Keuskupan.
Berjalan Bersama Kristus dan Bersaksi kepada Dunia
Mengusung semangat HOMS Sedunia ke-40, perayaan tahun ini menekankan panggilan bagi kaum muda untuk Berjalan Bersama Kristus dan Bersaksi kepada Dunia. Tema ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan rohani, pertemuan, dan aksi kreatif yang menghidupkan semangat persaudaraan dan pelayanan.
Vikjen: Gereja Tetap Tegak karena Ada Kaum Muda
Vikaris Jenderal Keuskupan Manokwari–Sorong, Pastor Izaak Bame, Pr, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan OMK merupakan tanda harapan bagi Gereja.
“Kegiatan Orang Muda bergema di banyak tempat, termasuk di TPW Sorong. Ini menjadi tanda bahwa Gereja Katolik—baik di Keuskupan Manokwari-Sorong maupun di seluruh dunia—tetap punya harapan karena ada yang melanjutkan, yaitu Orang Muda Katolik,” ungkap Pastor Izaak.
Komkep KMS: OMK adalah Penggerak Utama Pastoral Gereja
Sementara itu, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manokwari–Sorong, Pastor Iven Kocu, Pr, menegaskan bahwa OMK adalah motor penggerak Gereja yang kreatif dan penuh energi.
“Perayaan HOMS ke-40 ini menjadi momentum bagi OMK untuk menyadari bahwa Gereja sangat peduli pada keberadaan mereka. Karena Gereja peduli, maka OMK harus menjadi penggerak utama kegiatan pastoral yang inovatif dan penuh energi. Semoga OMK semakin berjalan bersama, menjadi saksi Kristus yang bersahabat, penuh kasih, dan membawa damai di tengah dunia yang penuh tantangan,” ujar Pastor Iven.
Ekspresi Seni: Iman yang Hidup dan Kreatif
Perayaan ini juga dimeriahkan oleh beragam ekspresi seni kaum muda berupa tarian, lagu, dan penampilan budaya. Kreativitas ini menjadi ungkapan syukur sekaligus wujud iman yang hidup. Melalui seni, OMK menegaskan bahwa pewartaan tidak hanya lewat kata-kata atau doa, tetapi juga melalui keindahan yang menyentuh hati.

Sebagai puncak sukacita, dilaksanakan pemotongan kue ulang tahun HOMS ke-40 oleh Uskup Manokwari–Sorong, didampingi Vikjen, Ketua Komkep KMS, Dewan Paroki St. Petrus Remu, serta perwakilan biarawan-biarawati TMM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah sebagai wujud syukur atas terselenggaranya perayaan tersebut.
Sukacita dan energi positif terpancar dari wajah-wajah OMK yang hadir. Sorak kegembiraan khas kaum muda menggema:
“OMK Muda – Bisa – Luar Biasa! Jos… jos… jos…!”




