SORONG, KOMSOSKMS.ORG — Uskup Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, memimpin Perayaan Syukur 78 Tahun Paroki Kristus Raja Katedral Sorong, pada Minggu (23/11). Perayaan puncak yang dihadiri ribuan umat ini berlangsung meriah dan penuh sukacita, menegaskan iman umat yang terus bertumbuh di pusat Keuskupan Manokwari–Sorong.

Perayaan diawali dengan perarakan Patung Kristus Raja dari depan Politeknik Saint Paul diiringi dengan tarian-tarian ethnis tanimbar, Flores, Key dan Papua. Umat berjalan dengan penuh hormat dan syukur menuju Gereja Katedral, menyambut Kristus Sang Raja Semesta Alam.
Dalam homilinya, Uskup Datus Lega mengajak seluruh umat untuk menimba inspirasi dari Kristus Raja, yang tidak berkuasa dengan kedudukan duniawi, melainkan dengan kasih pengorbanan.
“Yesus sebagai Raja Semesta Alam tidak sama dengan konsep raja pada umumnya yang menekankan kekuasaan. Raja kita adalah Raja yang memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk kehidupan kita,” tegas beliau.

Uskup Datus juga mengajak umat meneladani kedekatan Kristus dengan umat-Nya.
“Kristus Raja adalah Raja yang perkasa, Raja Kebenaran, namun sekaligus Raja yang dekat. Ia menjadi manusia sederhana dan menyerahkan hidup-Nya bagi rakyat-Nya. Atas kedekatan itu, Ia terbunuh demi keselamatan manusia.”
Karena itu, umat diajak untuk menyambut Kristus sebagai Raja Sukacita dan membawa sukacita itu ke tengah kehidupan sehari-hari.
“Sebagai pengikut Kristus, kita harus hidup penuh sukacita dan menyebarkannya bagi sesama. Kita pun diajak menghayati bahwa Raja kita adalah Raja Keselamatan.”

Pada kesempatan tersebut, Uskup Datus juga menyampaikan Proficiat kepada seluruh umat Paroki Kristus Raja Katedral atas usia ke-78 dan berharap paroki ini dapat menjadi suri teladan bagi paroki-paroki lain di Keuskupan Manokwari–Sorong.
Setelah misa ada acara ramah tamah. Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
Rangkaian Perayaan HUT ke-78
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak September 2025, berupa berbagai lomba: futsal, makan kerupuk, lomba gaplek dan lomba mewarnai. Pada November terdapat perlombaan lanjutan seperti lomba Lektor, Mazmur, Dirigen, lomba yospan dan chacha untuk mempererat kebersamaan antarumat.

Menjelang puncak perayaan, seluruh umat mengikuti jalan santai akbar sebagai ungkapan persaudaraan. Peserta jalan santai meliputi: 26 Lingkungan dan 2 Stasi Paroki Katedral, Sekolah-sekolah YPPK wilayah Kampung Baru (TK St. Theresia, SD Kristus Raja, SMP Don Bosco), dan Mahasiswa STPK Santo Benediktus
Rute jalan santai dimulai dari halaman Gereja Katedral, melewati Boswesen, Lido, Stadion Bola Kaki, Siswa, Surya, dan berakhir kembali di halaman gereja. Seusai jalan santai, digelar senam sehat bersama, penyerahan hadiah lomba, serta pengundian doorprize untuk seluruh peserta.

Pastor Paroki menegaskan bahwa rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir lima bulan ini merupakan wujud persiapan dan syukur umat menyongsong HUT Paroki yang ke-78.
Perayaan Syukur 78 Tahun Paroki Kristus Raja Katedral Sorong menjadi momen bersejarah, menandai perjalanan panjang karya pastoral sekaligus harapan baru untuk terus menjadi komunitas yang bersaksi tentang kasih Kristus Sang Raja di tengah dunia.





