
SORONG, KOMSOSKMS.ORG – Setelah melewati perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, kebersamaan, dan pengorbanan, umat Katolik Stasi Santa Maria Magdalena Bambu Kuning, Paroki St. Arnoldus Janssen Malanu, akhirnya merayakan sukacita atas selesainya pembangunan gereja dan menara lonceng. Momen bersejarah ini ditandai dengan Perayaan Ekaristi dan pemberkatan yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Perayaan tersebut menjadi ungkapan syukur atas hadirnya rumah ibadat yang dibangun melalui semangat gotong royong dan ketekunan umat. Ratusan umat memadati kompleks gereja untuk mengikuti perayaan yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Sebelum Perayaan Ekaristi, Bapa Uskup disambut melalui prosesi penjemputan oleh umat, pengurus stasi, serta perwakilan Dewan Pastoral Paroki.
Dalam homilinya, Mgr. Hilarion Datus Lega menegaskan bahwa sukacita sejati tidak datang dengan sendirinya, melainkan merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan gereja harus dilihat sebagai hasil perjalanan panjang yang melibatkan banyak orang, dengan segala jerih payah dan ketulusan hati.
“Sukacita dan kegembiraan itu bukan harga mati begitu saja, tetapi melalui perjuangan, kerja keras, melalui keringat, air mata, darah serta pengorbanan. Namun, di ujung dari semua pengorbanan ini ada upah yang besar, karena itulah surga, tempat kedamaian dan kesejahteraan bersama dengan Tuhan,” tegas Uskup.

Lebih lanjut, Uskup Datus mengungkapkan kegembiraannya setiap kali mendapat kesempatan memberkati sebuah gereja. Selama 23 tahun menjalankan tugas sebagai Uskup, ia telah memberkati lebih dari seratus gereja dan 14 kapela di wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong.
“Secara pribadi, kalau memberkati gereja itu saya senang sekali. Selama 23 tahun menjadi Uskup, saya sudah memberkati lebih dari seratus gereja dan empat belas kapela. Karena bagi kita orang Katolik, gereja itu bukan hanya tempat ibadat, tetapi juga rumah Tuhan,” ungkapnya.
Selain gedung gereja, pemberkatan juga dilakukan terhadap menara lonceng yang berdiri di bagian depan kompleks stasi. Kehadiran menara lonceng bukan sekadar pelengkap bangunan, melainkan memiliki makna simbolis sebagai tanda panggilan bagi umat untuk berkumpul, berdoa, merayakan Ekaristi, dan mendengarkan panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian pemberkatan berlangsung khidmat melalui percikan air suci pada bagian-bagian gereja dan altar serta pendupaan. Seluruh umat mengikuti setiap tahapan liturgi dengan penuh perhatian dan sukacita sebagai ungkapan syukur atas selesainya pembangunan rumah Tuhan tersebut.

Pembangunan gereja dan menara lonceng ini merupakan buah dari semangat kebersamaan antara umat, para pastor, donatur, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembangunan tidak menyurutkan semangat umat untuk mewujudkan rumah ibadat yang layak sebagai pusat kehidupan rohani dan persekutuan.
Pastor Paroki St. Arnoldus Janssen Malanu. P. Kristianus Bidi, SVD bersama Panitia Pembangunan dan Pengurus Stasi Santa Maria Magdalena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mgr. Hilarion Datus Lega, para donatur, serta seluruh umat yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi demi penyelesaian pembangunan gereja dan menara lonceng.
Perayaan syukur ini turut dihadiri para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, serta umat dari berbagai wilayah. Setelah Perayaan Ekaristi dan pemberkatan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sebagai ungkapan syukur sekaligus kesempatan mempererat tali persaudaraan.
Dengan diberkatinya Gereja dan Menara Lonceng Stasi Santa Maria Magdalena Bambu Kuning, umat diharapkan semakin bertumbuh sebagai komunitas yang berakar dalam iman, teguh dalam harapan, dan hidup dalam kasih. Sebab, membangun Gereja bukan semata-mata mendirikan bangunan fisik, tetapi terutama membangun persekutuan umat yang saling mengasihi, melayani, dan setia mewartakan Injil di tengah masyarakat.




