KOMSOSKMS.ORG, KUPANG – Pada 4 April 2025, kita semua dikejutkan dengan meninggalnya Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang di RS Pondok Indah Jakarta pada pukul 06.20 WIB.

Kabar duka ini kemudian disampaikan secara resmi oleh Keuskupan Agung Kupang dalam Dekrit No. 04/IV/UAK.KAK/2025 tertanggal 04 April 2025. Berdasarkan dekrit tersebut diumumkan kepada seluruh umat bahwa Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang telah meninggal dunia.
Mgr. Petrus Turang lahir pada 23 Februari 1947 di Tataaran, Tondano Selatan, Minahasa, Sulawesi Utara, dalam keluarga Katolik yang taat. Sejak usia dini, ia telah menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap kehidupan religius, yang kemudian mengarahkan dirinya untuk menempuh pendidikan di Seminari Menengah Kakaskasen, Tomohon. Pendidikan lanjutannya ditempuh di Seminari Tinggi Pineleng, di mana ia mendalami filsafat dan teologi sebagai persiapan menuju imamat.

Pada tanggal 18 Desember 1974, Petrus Turang ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Manado oleh Mgr. Theodorus Hubertus Moors, M.S.C. Setelah tahbisan imam, ia melayani dalam berbagai tugas pastoral dengan penuh dedikasi dan komitmen terhadap umat. Perjalanan pelayanannya juga membawanya menjadi Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di mana ia turut berkontribusi dalam berbagai program sosial ekonomi gereja di Indonesia.
Pengabdiannya dalam gereja membawa kepercayaan besar dari Tahta Suci. Pada 21 April 1997, Vatikan menunjuknya sebagai Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang. Penahbisan sebagai uskup berlangsung pada 27 Juli 1997 di Kupang, NTT dengan Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J., Uskup Agung Jakarta, sebagai penahbis utama.
Setelah wafatnya Uskup Agung Gregorius Manteiro, S.V.D. pada 10 Oktober 1997, Mgr. Petrus Turang secara resmi menjabat sebagai Uskup Agung Kupang. Selama 27 tahun masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok gembala yang tegas dan berwibawa namun tetap humanis dan berhati lembut. Ia aktif dalam membangun dan mengembangkan Keuskupan Agung Kupang, termasuk mendirikan paroki-paroki baru serta meningkatkan kualitas pelayanan pastoral. Di bawah kepemimpinannya, jumlah umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang mengalami peningkatan yang signifikan.

Pada tanggal 9 Maret 2024, Mgr. Petrus Turang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Uskup Agung Kupang dan memperkenalkan Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai penggantinya. Dengan itu, ia resmi menyandang gelar Uskup Agung Emeritus dan dikenang atas segala dedikasi serta kontribusinya bagi gereja dan masyarakat luas.
Mgr. Petrus Turang wafat pada hari Jumat, 4 April 2025, pukul 06.20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah menjalani perawatan akibat gagal ginjal yang mengharuskannya menjalani cuci darah beberapa kali. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik, khususnya di Keuskupan Agung Kupang.
Sebagai penghormatan terakhir, Keuskupan Agung Kupang mengadakan rangkaian acara duka dan misa requiem yang dimulai pada Sabtu, 5 April 2025, dengan penyambutan jenazah di Bandara Eltari Kupang, disusul oleh prosesi ke Istana Keuskupan dan kemudian ke Gereja Kristus Raja Katedral Kupang. Misa pemakaman dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2025, pukul 09.00 WITA di Katedral Kupang.
Semoga Mgr. Petrus Turang beristirahat dalam damai abadi dan segala karya pelayanannya menjadi warisan berharga bagi gereja dan umat.